Mendengar kabar sedih itu, mereka menundukkan kepala sebagai tanda perpisahan.
Sebuah jiwa meninggalkan dunia ini.
Hidup selalu penuh dengan kesulitan.
Singkirkan rasa lelahmu demi rakyat dan negara.
Kita akan gigih melewati setiap jalan yang penuh duri.
Teguh memegang kendali di tengah badai.
Membawa bangsa ini menuju kemenangan gemilang.
Seluruh bangsa hidup dalam perdamaian.
Dalam perjalanan memikul beban di pundakku.
Pemikiran dan refleksi untuk pelayanan kepada masyarakat.
Selalu gunakan keadilan sebagai alat Anda.
Semua masalah harus ditangani secara adil.
Kami ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Kita harus tegas dan lugas dalam menegakkan hukum.
Menangani situasi selalu merupakan sebuah seni.
Membawa manfaat bagi negara kita.
Hati manusia itu luas dan tak terbatas.
Saya ingin banyak hal diselesaikan dengan sukses.
Dengan hati yang ringan, tidak ada yang perlu dipermalukan.
Semoga bangsa kita senantiasa menikmati kedamaian dan kemakmuran .
Tetaplah berpegang teguh pada imanmu, meskipun itu berarti harus berkorban.
Para pejabat tersebut kompeten tetapi belum patut dijadikan teladan.
Bersama dengan seluruh negeri dan rakyat, kami memahami hal ini.
Semua kekhawatiran dan kecemasan saya sendiri.
Berkontribusilah dalam mengolah tanah dan menanam pohon.
Selalu berwarna hijau cerah dan bersemangat.
Banyak pemikiran tidak terbatas pada lingkaran sempit.
Raihlah dunia di sekitar kita.
Seluruh bangsa bersatu untuk meraih prestasi yang lebih besar.
Vietnam akan selalu cerah dan makmur.
Sejarah akan selalu mencatat prestasinya.
Sebuah contoh cemerlang yang akan dikenang selama beberapa generasi!
LE THI THANH LAM (Wakil Ketua Delegasi yang bertanggung jawab atas Delegasi Majelis Nasional Provinsi Hau Giang)
Sumber: https://www.baohaugiang.com.vn/tho/tien-biet-bac-!-134403.html






Komentar (0)