Kue beras ketan Phu Quang

Kue ketan Phu Quang (distrik Vinh Loc) telah lama menjadi suguhan yang tak terlupakan bagi pengunjung Tay Do (Can Tho). Terbuat dari tepung ketan, kacang tanah panggang, jahe, molase, sirup malt, dan air murni dari tanah kuno ini, kue ini renyah sekaligus kenyal, harum dengan aroma ketan segar, sedikit pedas dengan jahe, dan manis dengan rasa molase yang tertinggal di lidah. Saat Anda memasukkan sepotong ke mulut, rasa manis yang hangat menyebar, membangkitkan kenangan bagi banyak orang.
Lingkaran Saigon

"Phi" – sejenis moluska yang ditemukan di daerah Cau Sai (Hau Loc) – adalah makanan lezat yang langka dan dulunya dipilih sebagai persembahan kepada kaisar. "Phi" mirip dengan kerang air tawar tetapi memiliki cangkang yang lebih tipis, daging berwarna putih, dan rasa yang sedikit manis. "Phi" dapat diolah dengan berbagai cara, seperti bubur "phi"; "phi" goreng yang disajikan dengan saus celup dari kecap ikan, jahe, lada, bawang putih, dan cabai; "phi" tumis dengan loofah; atau sup "phi" dengan kangkung atau tomat... Ini adalah hidangan yang lezat dan mudah dimakan, sering disajikan dalam santapan keluarga. Beberapa hidangan bahkan dapat disajikan sebagai makanan pembuka di jamuan makan.
Sup

Sup Uoi adalah hidangan tradisional suku Thai di provinsi Thanh Hoa bagian barat. Meskipun disebut sup, bentuknya lebih menyerupai bubur. Terbuat dari tepung beras, dicampur dengan ikan sungai, daging, daun talas kering, dan mắc khén (sejenis rempah), sup Uoi memiliki rasa yang kaya, sedikit pedas, dan aroma khas pegunungan dan hutan. Tidak hanya sebagai makanan sehari-hari, sup Uoi juga merupakan hidangan wajib dalam nampan upacara selama festival, sebagai cara untuk mengungkapkan rasa syukur dan memperkuat ikatan antara keturunan dan leluhur mereka.
Lumpia panggang Tho Xuan

Dengan menggunakan daging bahu babi yang empuk dan manis, kulit babi, dan tepung beras panggang, masyarakat Tho Xuan menciptakan hidangan sosis babi panggang yang unik. Sosis dibungkus dengan daun jambu, kemudian dilapisi dengan daun sirih, dan terakhir dibungkus dengan daun pisang untuk mempertahankan panas dan memungkinkan fermentasi alami. Saat dipanggang, aroma daging bercampur dengan wangi daun, menciptakan cita rasa yang tak tertahankan dan memikat para penikmatnya.
Bebek Paru-paru Co

Berkat hidup di lingkungan ekologis yang bersih dan iklim sejuk sepanjang tahun di Cagar Alam Pu Luong, jenis bebek Co Lung – makanan khas komune Co Lung (distrik Ba Thuoc) – memiliki tubuh yang kompak, daging yang tebal, empuk, manis, dan tidak alot atau berbau amis. Tidak peduli bagaimana cara pengolahannya, hidangan bebek Co Lung selalu menawarkan cita rasa yang kaya dan tak terlupakan.
Sumber: https://hanoimoi.vn/tinh-hoa-am-thuc-xu-thanh-699662.html







Komentar (0)