Tanah air bukan hanya tentang pemandangan indah, kemenangan gemilang, atau bangunan megah... Tanah air juga merupakan gambaran seorang ibu yang membungkuk membawa sayur ke pasar sejak subuh, langkah kaki seorang anak yang mengikuti ayahnya ke ladang, aroma beras yang baru dipanen, sup kepiting sederhana, suara lesung yang menumbuk daging babi untuk sosis pada malam menjelang Tết... Dalam kehidupan saat ini, tanah air juga hadir dalam pedagang kaki lima, warung teh pinggir jalan, dan taman yang ramai dengan musik yang memberikan irama bagi para lansia dan wanita untuk berolahraga... Hal-hal ini mungkin tidak megah, tetapi mereka menyimpan jiwa bangsa, bagian-bagian yang membentuk identitas Vietnam, tanah air tempat setiap orang Vietnam mempercayakan cinta dan kerinduan mereka. Tampaknya di setiap sudut jalan, setiap ladang, di setiap rumah, gambaran tanah air hadir.
Saat musim panen, matahari bersinar terik di atas sawah keemasan; para petani dengan tekun mengumpulkan setiap rumpun padi, keringat mereka menetes tetapi mata mereka berbinar. Di jalanan, seorang pekerja pabrik wanita bergegas pulang setelah shift malamnya untuk memeluk anaknya dan mengantarkannya ke sekolah. Gambaran-gambaran ini begitu tenang namun indah, karena dalam kesederhanaan inilah, tanah air dilestarikan oleh kemauan, kerja keras, dan hati jutaan orang biasa.

Tidak hanya di desa atau kota, tetapi tanah air bahkan lebih nyata di perbatasan yang dingin dan berangin serta di pulau-pulau terpencil tempat ombak menerjang. Di samping penanda kedaulatan yang sunyi di tengah hutan yang luas, penjaga perbatasan berpatroli siang dan malam, dengan teguh melindungi setiap inci tanah air mereka. Di laut lepas, di pulau-pulau, prajurit angkatan laut tetap teguh, menjaga laut dan langit yang damai. Di sana, tanah air adalah suara ombak yang menghantam lambung kapal, bendera merah dengan bintang kuning yang berkibar tertiup angin laut yang asin, senyum lembut para nelayan dan pelaut di tengah terik matahari atau badai...
Warna seragam tentara yang sederhana namun membanggakan telah menjadi simbol kesetiaan dan pengorbanan diam-diam untuk Tanah Air dan rakyat. Itu adalah warna iman, perlindungan, dan langkah yang tak pernah mundur ketika Tanah Air membutuhkannya. Ketika bencana alam melanda, ketika banjir dahsyat menyapu rumah dan ladang yang tak terhitung jumlahnya, seragam tentara menjadi semakin akrab dan mengharukan. Para tentara tidak ragu untuk terjun ke dalam air yang deras, mencapai rumah-rumah terpencil untuk menggendong orang tua, menggendong anak-anak, dan menyelamatkan orang-orang dari bahaya. Seragam mereka basah kuyup, tangan mereka mati rasa karena dingin, wajah mereka terbakar matahari, keringat, dan hujan... tetapi mata mereka anehnya hangat. Orang-orang melihat seragam tentara dan merasakan kehangatan, dukungan, dan iman di masa-masa sulit. Citra tentara yang dengan berani bertempur di tengah banjir besar telah menjadi keindahan paling sederhana dari Tanah Air di masa damai.
Meskipun mengalami perubahan yang tak terhitung jumlahnya, bangsa ini tetap teguh dan abadi berkat kualitas yang tampaknya sederhana namun sangat berharga, yang dengan jelas menunjukkan tradisi budaya yang patut dikagumi dari rakyat Vietnam: kasih sayang, pengorbanan diri, ketekunan, kerja keras, persatuan, ketahanan, dan keteguhan hati... Oleh karena itu, tanah air bukan hanya konsep geografis atau historis; ia juga merupakan cara berpikir, bertindak, hidup, dan pengingat bagi setiap individu untuk hidup dan bekerja lebih baik untuk hari ini dan esok.
Ada kalanya sekadar berdiri diam selama satu menit untuk mendengarkan jangkrik yang menandai datangnya musim panas, mencium aroma sirih di pintu masuk jalan setapak, atau melihat bendera merah dengan bintang kuning berkibar di depan gerbang sekolah... sudah cukup untuk merasakan tanah air begitu dekat. Tanah air terasa hidup dalam setiap pandangan, setiap langkah, setiap suara yang akrab. Kedamaian yang dinikmati tanah air saat ini adalah berkat kesulitan, pengorbanan, dan perjuangan di masa lalu, dan berkat mereka yang diam-diam menjaga perbatasan dan laut siang dan malam, di garis depan ombak dan angin.
Dalam kehidupan yang serba cepat saat ini, kita terkadang lupa bahwa patriotisme bukanlah sesuatu yang jauh atau muluk-muluk, tetapi dimulai dengan menghargai hal-hal sederhana dalam hidup. Ketika kita menjaga kebaikan dan tanggung jawab dalam setiap hal kecil, kita berkontribusi dalam membangun dan melestarikan Tanah Air Vietnam.
Sumber: https://baolangson.vn/to-quoc-quanh-ta-5078854.html







Komentar (0)