Nuansa abu-abu dan hitam bebatuan menyelimuti lanskap. Pegunungan dan hutan yang luas, ditambah dengan sumber daya air yang langka, namun warna hijau pekat ladang jagung dan hijau kokoh pohon teh kuno tetap menonjol. Mungkin inilah mengapa aroma dan rasa unik teh Lung Phin selalu menyimpan aura misteri. Bahkan satu tegukan pun tak terlupakan!
Tanaman teh yang ramping, dengan akar tunggangnya yang kokoh menembus lapisan batuan, menyerap mineral untuk menyehatkan dedaunannya yang jarang namun kuat dan lebat. Berdiri di bawah pohon teh kuno ini, seseorang masih dapat melihat langit, terkadang biru jernih, terkadang abu-abu dingin. Sinar matahari menyinari pegunungan, menggantung malas di puncak pohon, menyaring melalui setiap daun. Di malam hari, embun dan udara sejuk dari bebatuan menyelimuti tanaman teh. Selama ratusan tahun, teh Lung Phin tetap setia, berbagi kesulitan dengan pegunungan berbatu.
Masyarakat Hmong di Lung Phin telah hidup berdampingan dengan tanaman teh selama beberapa generasi, mengembangkan metode pembuatan teh mereka sendiri yang unik. Mereka tidak pernah memanen tunas teh seperti di daerah penghasil teh lainnya. Mereka menunggu hingga tunas sepenuhnya berkembang menjadi daun yang lembut sebelum memetiknya dengan hati-hati. Api yang digunakan untuk memanggang teh berasal dari batang jagung yang telah dipanen. Bahan bakar ini menciptakan nyala api yang berkobar seperti bintang-bintang yang berkelap-kelip, kemudian meredup, menyisakan kehangatan yang cukup untuk mengeringkan daun teh hingga harum dan berkilauan dengan warna keemasan dari mineral. Sungguh istimewa!
Pagi-pagi sekali, di samping secangkir teh Lung Phin hangat dengan rasa yang dalam dan manis, mendengarkan aroma teh yang membangkitkan kenangan jauh dari hutan berbatu kuno, kami merenungkan begitu banyak hal. Di tanah Vietnam, tidak ada tanaman teh lain yang memiliki kehidupan yang begitu ajaib dan tangguh seperti teh Lung Phin!
(Karya yang diikutsertakan dalam kontes "Kesan tentang Kopi dan Teh Vietnam", bagian dari program "Merayakan Kopi dan Teh Vietnam", edisi ke-2, 2024, yang diselenggarakan oleh Surat Kabar Nguoi Lao Dong).
Grafis: CHI PHAN
Sumber







Komentar (0)