Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Sengketa perbatasan Tiongkok

Báo Thanh niênBáo Thanh niên30/03/2024

[iklan_1]

India dan Tiongkok telah lama berselisih soal kedaulatan atas wilayah yang disebut New Delhi sebagai "Arunachal Pradesh", sementara Beijing mengklaim wilayah tersebut milik "Tibet Selatan" (Tibet selatan). Tiongkok telah mengganti nama wilayah tersebut di peta resminya dan mengeluarkan visa terpisah bagi warga negara India yang tinggal di sana untuk menegaskan kedaulatannya.

"Tibet telah menjadi wilayah Tiongkok sejak zaman kuno. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian, dalam konferensi pers pada 28 Maret, menurut Newsweek .

Pernyataan Bapak Ngo merupakan tanggapan langsung terhadap kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke wilayah strategis Himalaya awal bulan ini.

Sengketa perbatasan Tiongkok-India meningkat setelah pernyataan AS

Selama kunjungannya, Modi meresmikan Terowongan Sela, sebuah proyek infrastruktur besar untuk meningkatkan konektivitas dengan wilayah Tawang di Arunachal Pradesh bagian barat, tempat pasukan India dan Tiongkok bentrok pada Desember 2022. Pembangunannya dimulai pada Oktober 2020.

Pernyataan dari juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok muncul di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) yang memisahkan kedua kekuatan Asia tersebut beberapa waktu lalu.

Tranh chấp biên giới Trung - Ấn nóng lên vì tuyên bố của Mỹ- Ảnh 1.

Sela Pass di wilayah Tawang, Arunachal Pradesh, yang disebut Tiongkok sebagai Tibet

AS telah membuat marah China dengan menyuarakan dukungannya terhadap India atas kritik Beijing terhadap terowongan Sela.

"Amerika Serikat mengakui Arunachal Pradesh sebagai wilayah India dan kami sangat menentang segala upaya sepihak untuk memajukan klaim teritorial melalui serangan atau pelanggaran melintasi LAC, baik yang bersifat militer maupun sipil," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, pekan lalu.

Bapak Ngo Khiem menanggapi pernyataan dari Washington. "Amerika Serikat memiliki rekam jejak buruk dalam memprovokasi perselisihan dengan negara lain dan mengejar kepentingan pribadinya di masa lalu, dan komunitas internasional jelas melihat hal ini," ujarnya dalam konferensi pers pada 28 Maret.

Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengkritik AS karena ikut campur dalam ketegangan perbatasan antara India dan Tiongkok.

"Tiongkok sangat menyesalkan dan dengan tegas menentang hal ini. Perbatasan Tiongkok-India tidak pernah ditetapkan batasnya. Tibet Selatan selalu menjadi wilayah Tiongkok, sebuah fakta mendasar yang tidak dapat disangkal... Masalah perbatasan Tiongkok-India adalah masalah antara kedua negara dan tidak ada hubungannya dengan pihak AS," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.

New Delhi menyebut klaim Beijing "tidak berdasar." Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan pada 28 Maret bahwa Arunachal Pradesh merupakan bagian integral dari India, sebuah fakta yang tidak dapat diubah meskipun Tiongkok terus-menerus menegaskan hal tersebut.

"Posisi kami sudah sangat jelas. Tiongkok boleh mengulangi klaim tak berdasarnya sesering yang diinginkannya. Hal itu tidak akan mengubah posisi India," ujar Jaiswal dalam konferensi pers, seperti dikutip Times of India .

Perang kata-kata publik terus berlanjut di tengah upaya meredakan ketegangan di perbatasan. Perwakilan Tiongkok dan India mengadakan dialog putaran ke-29 di Beijing pada 27 Maret.

Di perbatasan, para pemimpin militer Tiongkok dan India juga telah mengadakan 21 putaran perundingan, tetapi pada saat yang sama kedua belah pihak terus mengerahkan angkatan bersenjata.


[iklan_2]
Tautan sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk