Komune Ban Me (Distrik Si Ma Cai) memiliki kondisi iklim yang cocok untuk menanam berbagai jenis tanaman dan ternak. Pemerintah komune telah mengarahkan penerapan model produksi baru dan konversi struktur tanaman dan ternak agar sesuai dengan kondisi setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di desa-desa di sepanjang Sungai Chay di komune tersebut telah mengalihfungsikan lahan yang tidak produktif untuk menanam pohon menjadi kayu manis. Pada tahun 2017, keluarga Bapak Giang Van Truong di Desa Ban Me meminjam modal untuk berinvestasi dalam penanaman kayu manis seluas lebih dari 1 hektar. Setelah 6 tahun, keluarganya berhasil memangkas cabang dan daunnya untuk dijual. Bapak Truong berkata: "Saya menemukan bahwa pohon kayu manis cocok untuk iklim tersebut, jadi saya menanam beberapa ratus pohon sebagai percobaan. Lambat laun, saya menyadari bahwa pohon kayu manis tumbuh dan berkembang dengan baik, jadi saya memutuskan untuk memperluas lahan."
Hingga saat ini, total lahan kayu manis di Kecamatan Ban Me mencapai 300 hektar. Berkat terbentuknya kawasan produksi yang terkonsentrasi, banyak bisnis dan perusahaan pengolahan hasil pertanian di dataran rendah datang untuk membeli. Selain itu, infrastruktur transportasi di Kecamatan Ban Me telah diinvestasikan dan ditingkatkan, sehingga transportasi kayu manis menjadi lebih mudah. Selain itu, di Kecamatan Ban Me juga terdapat Koperasi Ban Me untuk membantu masyarakat dalam pembelian kayu manis dan penyediaan benih lokal. Koperasi ini beranggotakan lebih dari 30 orang dengan pendapatan tetap 7-10 juta VND/orang/bulan dan memiliki 2 tempat pembibitan yang memasok pasar dengan lebih dari 200.000 bibit setiap tahunnya (tau, sua do, xoan ta, xoan dao... dan terutama kayu manis). Total pendapatan koperasi mencapai lebih dari 1,6 miliar VND/tahun, dengan keuntungan hampir 400 juta VND/tahun. Koperasi dan beberapa rumah tangga juga berinvestasi dalam jalur percontohan untuk penyulingan minyak atsiri kayu manis.
Selain menanam kayu manis, komune Ban Me juga mengembangkan peternakan melalui penerapan model transisi fase pemeliharaan sapi indukan dari modal dukungan jangka panjang sesuai Resolusi 22 tanggal 11 November 2014 Komite Tetap Partai Provinsi. Dilaksanakan sejak tahun 2018, hingga saat ini, komune ini telah memelihara 93 pasang sapi indukan di rumah tangga dengan total ternak hampir 400 ekor, dan 115 rumah tangga telah merasakan manfaatnya. Komune ini berupaya agar semua rumah tangga mendapatkan manfaat dari proyek "Bank Sapi" pada tahun 2025, sehingga total ternak menjadi 1.000 ekor sapi.
Sejak tahun 2020, komunitas Ban Me juga telah menerapkan model penanaman pohon buah-buahan, termasuk jeruk bali, nangka, mangga, apel..., dengan skala lebih dari 5 hektar di desa Coc Re. Hingga saat ini, beberapa rumah tangga telah memperoleh pendapatan dari tanaman-tanaman ini.
Selain itu, memanfaatkan sumber daya air yang melimpah, beberapa rumah tangga telah menggali kolam untuk beternak ikan. Saat ini, total luas perairan akuakultur di komune ini lebih dari 7 hektar. Salah satu rumah tangga di Desa Sin Chai juga memanfaatkan kolam tersebut untuk menciptakan model wisata pengalaman, memancing santai, yang menghasilkan pendapatan tambahan selain menjual ikan komersial.
Di desa-desa dataran tinggi komune seperti Sin Chai dan Na Pa, pemerintah komune telah memobilisasi masyarakat untuk melaksanakan model penanaman acar bawang merah dalam skala lebih dari 3,1 hektar, dan pada saat yang sama membantu masyarakat terhubung dengan sejumlah unit untuk mengumpulkan dan mengonsumsi semua produk.
Tak berhenti di situ, komune juga mengirimkan orang untuk belajar dari pengalaman dan bereksperimen menanam varietas rebung empat musim (berasal dari Provinsi Ben Tre ) di Desa Ban Me. Jika varietas rebung ini cocok dengan tanah dan iklim setempat, varietas ini mungkin akan direplikasi secara luas di komune dalam waktu dekat.
Banyak solusi dan arahan baru telah diusulkan, di mana komune berfokus pada pengembangan ekonomi pertanian dan kehutanan yang dipadukan dengan pengembangan komoditas dengan mengutamakan keunggulan lokal. Terkait model ekonomi baru, komune mendorong peran teladan dan perintis para kader dan anggota partai. Organisasi politik dan sosial secara aktif memobilisasi anggota serikat pekerja dan relawan untuk membantu masyarakat menerapkan model produksi. Komune berkoordinasi dengan badan-badan khusus di distrik untuk memantau situasi produksi secara berkala guna segera mengatasi kesulitan dan hambatan, serta membimbing masyarakat untuk berproduksi secara efektif.
Saat ini, setelah ditinjau berdasarkan kriteria baru, tingkat kemiskinan di desa tersebut adalah 46,89%. Oleh karena itu, arah desa saat ini adalah berfokus pada sejumlah model yang sesuai dengan tingkat, kondisi, dan praktik pertanian masyarakat. Desa berharap solusi yang diterapkan akan efektif, membantu rumah tangga, terutama yang berada dalam kondisi sulit, untuk keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan, dan kehidupan masyarakat akan semakin membaik.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)