
Menurut Peter Nguyen, ketika ia bergabung dengan kepolisian pemerintah Saigon pada usia 20 tahun, ia berpikir negara itu tidak akan pernah damai. Titik balik yang membuatnya mulai meragukan rezim yang ia layani terjadi ketika ia menyaksikan langsung tekad teguh seorang tentara komunis yang mengalami penyiksaan brutal dan kesediaan banyak kerabatnya untuk meninggalkan kota dan bergabung dengan perlawanan di zona perang. Setelah pindah ke Amerika Serikat, melalui mempelajari dokumen-dokumen sejarah, Peter Nguyen memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang sifat tidak adil dari perang dan nilai perdamaian.
Kerinduannya akan tanah air mendorongnya untuk mengikuti berita dari Vietnam, dan ia segera kembali setelah Vietnam dan Amerika Serikat menormalisasi hubungan. Perjalanan pulang ini, terutama kunjungan ke Truong Sa (Kepulauan Spratly), semakin memperkuat kecintaannya yang mendalam terhadap negaranya. Peter Nguyen juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, berkontribusi untuk mengatasi dampak perang. Jumlah kunjungannya ke tanah air meningkat seiring dengan meningkatnya rasa rindu akan tanah air.
Pada awal tahun 2026, Peter Nguyen dan istrinya melakukan perjalanan ke ketiga wilayah Vietnam: Utara, Tengah, dan Selatan. Di setiap tempat, ia ingin mengendarai sepeda motor atau sepeda sendiri, sehingga ia memiliki banyak waktu untuk berhenti di tempat-tempat favoritnya dan merasakan langsung perkembangan dan kemajuan pesat tanah airnya.
Peter Nguyen berbagi: “Dibandingkan dengan kunjungan pertama saya pada tahun 1998, Vietnam telah berubah sepenuhnya. Saat itu, keadaan sulit, dan bekas luka perang masih terlihat. Hari ini, saya melihat sebuah negara yang sedang mengalami transformasi yang luar biasa, penuh vitalitas dan kepercayaan diri.”
Saya memilih untuk mengendarai sepeda motor, berkeliling untuk sepenuhnya merasakan irama kehidupan di tanah air saya. Di sepanjang jalan, dari jalan-jalan kuno hingga kawasan perkotaan modern, saya melihat Vietnam yang dinamis, berkembang dari hari ke hari. Jalan-jalan yang baru diperluas, jembatan yang membentang di atas sungai, zona industri dan kawasan perkotaan yang bermunculan—semua ini menjadi saksi transformasi yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.
Namun yang paling menyentuh hati saya bukanlah sekadar perubahan penampilan, melainkan orang-orangnya. Ke mana pun saya berhenti, saya bertemu dengan senyuman tulus dan keramahan. Hal-hal sederhana inilah yang memikat saya, membuat saya semakin merasakan cinta saya pada tempat ini. Saya teringat masa lalu, tahun-tahun penuh gejolak perang, dan saya semakin menghargai kehidupan damai yang kita miliki saat ini.”
Dengan optimisme terhadap perkembangan negara, Peter Nguyen percaya bahwa Vietnam tidak hanya berubah dalam penampilan, tetapi juga dalam cara rakyatnya memandang masa depan—lebih percaya diri, terbuka, dan dengan aspirasi yang lebih besar. Vietnam saat ini juga merupakan simbol penyembuhan, tempat untuk kembali, tempat untuk hidup sepenuhnya dengan cinta kepada tanah air.
Vietnam yang kini telah bertransformasi, bersemangat, dan penuh aspirasi telah membuka harapan baru untuk masa depan. Dan mungkin, bagi mereka yang jauh dari tanah air, tidak ada yang lebih sakral daripada perasaan kembali untuk melihat bahwa negara mereka masih ada, menyambut dan menunggu.
Sumber: https://hanoimoi.vn/tro-ve-de-cam-nhan-mot-viet-nam-doi-thay-tung-ngay-747871.html








Komentar (0)