![]() |
MU menghadapi tantangan berat. |
Rentetan 10 pertandingan tanpa kalah Bournemouth di Premier League (4 kemenangan, 6 hasil imbang) seharusnya menjadi landasan untuk terobosan mereka, tetapi pada kenyataannya, hal itu justru membawa lebih banyak kekecewaan daripada kepuasan.
Empat hasil imbang berturut-turut, termasuk tiga pertandingan tanpa gol, jelas telah mengungkap masalah yang telah diakui oleh manajer Andoni Iraola: kurangnya ketajaman dalam serangan. Hasil imbang 0-0 melawan Burnley akhir pekan lalu adalah contoh utamanya, karena Bournemouth menciptakan peluang tetapi gagal mengubahnya menjadi gol. Selisih tujuh poin dengan enam tim teratas memang belum terlalu besar, tetapi tanpa meningkatkan efisiensi mencetak gol mereka, peluang mereka untuk bersaing memperebutkan posisi teratas akan perlahan-lahan hilang.
Stadion Vitality bisa menjadi keuntungan bagi Bournemouth, karena mereka tak terkalahkan dalam lima pertandingan kandang terakhir mereka (dua kemenangan, tiga hasil imbang). Namun, fakta bahwa tiga pertandingan kandang terakhir mereka semuanya berakhir imbang menunjukkan bahwa mereka kurang memiliki ketegasan untuk mengalahkan lawan-lawannya.
Di sisi lain, Manchester United menunjukkan tanda-tanda peningkatan performa di waktu yang tepat. Kemenangan 3-1 mereka atas Aston Villa memperluas keunggulan mereka menjadi lima poin atas tim-tim pesaing. Di bawah asuhan Michael Carrick, Setan Merah memanfaatkan keuntungan karena tidak perlu menyebar sumber daya mereka di berbagai kompetisi. 353 tembakan mereka, terbanyak di liga, jelas mencerminkan pendekatan proaktif mereka, meskipun efektivitasnya terkadang tidak konsisten.
Namun, perjalanan tandang ini tidak akan mudah. Bournemouth sedang dalam tren tak terkalahkan dalam lima pertandingan melawan United, dan Marcus Tavernier selalu menjadi nama yang patut diwaspadai, setelah terlibat dalam empat gol dalam tiga pertemuan terakhir mereka.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-bournemouth-vs-mu-post1636655.html







Komentar (0)