Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Valencia sedang mengalami kemerosotan tajam.

Serangkaian pertandingan yang membawa malapetaka telah menjerumuskan Valencia kembali ke dalam perjuangan untuk bertahan hidup, di mana setiap kesalahan akan berakibat fatal.

ZNewsZNews13/04/2026

Pelatih Carlos Corberan menghadapi tantangan besar bersama Valencia.

Valencia mengira mereka telah lolos dari degradasi. Serangkaian hasil positif di paruh kedua musim membantu tim Mestalla menciptakan jarak aman dari zona degradasi. Namun hanya dalam satu pertandingan, semua itu sirna. Kekalahan melawan Elche tidak hanya merugikan Valencia poin tetapi juga menyeret mereka kembali ke kenyataan pahit perjuangan menghindari degradasi.

Ketika kemenangan bukan lagi sebuah kebiasaan.

Di stadion Martinez Valero pada putaran ke-31 La Liga, Valencia bukanlah tim yang lebih buruk. Mereka mengontrol permainan dengan lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang. Tetapi sepak bola tidak ditentukan oleh jumlah tembakan. Itu ditentukan oleh momen. Dan Valencia gagal pada momen itu.

Satu-satunya gol Lucas Cepeda tercipta pada menit ke-73, dalam situasi di mana pertahanan Valencia tidak mampu menghentikannya. Sebelum itu, mereka memiliki banyak peluang untuk mengamankan kemenangan. Namun, kurangnya ketajaman dalam penyelesaian akhir, ditambah dengan penampilan gemilang kiper Matías Dituro, membuat semua upaya mereka sia-sia.

Valencia anh 1

Kekalahan melawan Elche telah menempatkan Valencia dalam posisi yang genting.

Itu adalah kekalahan yang sangat menentukan. Bukan hanya karena poinnya, tetapi karena kekalahan itu mengungkap masalah inti Valencia: sebuah tim yang kurang konsisten untuk mengendalikan nasibnya sendiri.

Pelatih Carlos Corberan harus menyesuaikan tujuannya. Dari bermimpi meraih kesuksesan di Eropa, Valencia kembali ke tujuan paling mendasar: menghindari degradasi. Pernyataannya setelah pertandingan bukanlah pernyataan pesimistis, melainkan pengakuan terhadap realitas.

Valencia saat ini memiliki 35 poin setelah 31 putaran. Angka ini sempat memberikan rasa aman. Namun, sepak bola tidak berhenti berputar. Kemenangan Mallorca 3-0 atas Rayo Vallecano benar-benar mengubah situasi. Jarak antara Valencia dan zona degradasi kini hanya 3 poin.

Yang mengkhawatirkan bukanlah posisinya, melainkan trennya. Valencia kehilangan konsistensi. Kemenangan tidak lagi datang secara teratur. Ketika sebuah tim tidak dapat mempertahankan ritme perolehan poin yang konsisten, mereka akan terpuruk oleh lawan-lawan di belakang mereka.

Persaingan menghindari degradasi musim ini tidak memberi ruang untuk kesalahan. Sevilla, Alaves, dan Mallorca semuanya mengumpulkan poin dengan cara mereka masing-masing. Tidak ada tim yang unggul jauh, tetapi mereka juga tidak menyerah. Dalam konteks ini, Valencia adalah tim yang paling rentan.

Mereka kalah bukan karena kewalahan sepenuhnya. Mereka kalah karena tidak tahu bagaimana caranya menang.

"Pertarungan menghindari degradasi" akan menentukan nasibnya.

Jadwal pertandingan mendatang menempatkan Valencia dalam situasi tegang. Bentrokan melawan Mallorca di Son Moix bukan lagi pertandingan biasa. Ini adalah "pertarungan menghindari degradasi," di mana kesalahan sekecil apa pun dapat merugikan mereka sepanjang musim.

Valencia anh 2

Pelatih Carlos Corberan masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Mallorca saat ini memiliki 34 poin, hanya terpaut satu kemenangan dari Valencia. Kemenangan akan membuat mereka unggul dan menempatkan rival langsung mereka dalam posisi yang lebih berbahaya. Oleh karena itu, tekanan sepenuhnya berada di pundak tim asuhan Corberan.

Ini bukan hanya soal poin; ini adalah ujian karakter. Valencia perlu membuktikan bahwa mereka mampu bertahan di saat-saat tersulit. Jika mereka terus menyia-nyiakan peluang seperti yang mereka lakukan melawan Elche, mereka tidak akan lagi memiliki kendali atas nasib mereka sendiri.

Di luar lapangan, tekanan semakin meningkat. Para penggemar mulai kehilangan kesabaran. Meskipun manajemen belum mengambil langkah yang jelas, masa depan Corberan tetap menjadi pertanyaan. Dalam persaingan untuk bertahan hidup, manajer selalu menjadi orang pertama yang menghadapi tekanan.

Valencia pernah menjadi ikon sepak bola Spanyol, dengan dominasi bertahun-tahun di Liga Champions. Namun kini, mereka berjuang untuk bertahan di La Liga. Kontras yang mencolok ini membuat situasi mereka saat ini semakin mengerikan.

Tujuh pertandingan tersisa adalah tujuh pertandingan final. Valencia tidak punya ruang untuk penampilan biasa-biasa saja. Mereka butuh poin, mereka butuh kemenangan, dan yang lebih penting, mereka perlu mendapatkan kembali stabilitas yang telah hilang.

Jika tidak, penurunan drastis ini tidak akan berhenti hanya setelah satu pertandingan. Hal itu bisa menyeret Valencia ke tempat-tempat yang tidak pernah mereka bayangkan.

Sumber: https://znews.vn/valencia-roi-tu-do-post1643050.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Menangkap awan di puncak gunung yang berangin.

Menangkap awan di puncak gunung yang berangin.

Kebahagiaan sederhana

Kebahagiaan sederhana

Kegembiraan anak itu

Kegembiraan anak itu