Video :
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, kekurangan sekolah di kelurahan Hoang Liet (distrik Hoang Mai, Hanoi ), yang dianggap sebagai kelurahan terpadat di ibu kota dengan sekitar 80.000 penduduk dan 92 gedung tinggi, berarti bahwa masalah kekurangan sekolah selalu menjadi perhatian yang mendesak.
Namun, sebuah paradoks terjadi di sini: dengan jumlah siswa yang sangat banyak, terjadi kekurangan sekolah, sementara banyak lahan sekolah tetap terbengkalai dan dipagari selama bertahun-tahun. Lebih jauh lagi, banyak lahan sekolah telah diubah secara ilegal menjadi lapangan sepak bola mini dan tempat latihan panahan, yang menghasilkan pendapatan dan menimbulkan kemarahan publik.
Secara spesifik, di sebidang tanah di sebelah area asrama Phap Van - Tu Hiep, yang dibeli oleh Perusahaan Red Maple dari HUD Corporation, dengan luas sekitar 13.000 m2, sebuah lapangan sepak bola mini dan arena panahan tiba-tiba "muncul". Tidak jauh dari sana, di sebelah Taman Tran Thu Do, di Jalan Tran Thu Do, ribuan meter persegi telah diubah menjadi serangkaian lapangan sepak bola buatan.
Lahan sekolah telah diubah secara ilegal menjadi lapangan sepak bola mini.
Terkait informasi ini, pada tanggal 19 Oktober, dalam sebuah wawancara dengan Nguoi Dua Tin (Sang Informan), ketua Komite Rakyat kelurahan Hoang Liet (distrik Hoang Mai) menyatakan bahwa mereka telah mengetahui informasi tersebut melalui pemberitaan media dan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
"Pihak kelurahan telah memutuskan untuk menangguhkan sementara kegiatan di sini, dan lapangan panahan di dalam lahan tersebut telah dibongkar," kata ketua Komite Rakyat Kelurahan Hoang Liet.
Menurut pengamatan Nguoi Dua Tin pada sore hari tanggal 19 Oktober, lapangan sepak bola darurat yang "muncul" di lahan seluas 13.000 m2 yang dialihkan ke Perusahaan La Phong Do dari Perusahaan HUD telah dibongkar. Namun, lapangan sepak bola di sana masih beroperasi normal. Lapangan sepak bola di lahan sebelah Taman Tran Thu Do juga beroperasi seperti biasa.
Keempat lapangan sepak bola di lahan seluas kurang lebih 13.000 meter persegi itu masih beroperasi normal.
Berdasarkan investigasi kami, harga sewa lapangan sepak bola 7 lawan 7 antara pukul 17.30 hingga 19.00 dan 20.30 adalah 1 juta VND, sedangkan harga antara pukul 20.30 hingga 10.00 adalah 600.000 VND. Oleh karena itu, diperkirakan menyewa 4 lapangan menghasilkan pendapatan lebih dari 10 juta VND per hari, belum termasuk layanan dan pengeluaran lain seperti penjualan atau penyewaan seragam, bola, dan penjualan minuman.
Stadion-stadion itu masih menyala.
Pada jam sibuk (pukul 17.30 - 19.00 dan 19.00 - 20.30), harga sewa lapangan sepak bola 7 lawan 7 di sini adalah 1 juta VND.
Lapangan panahan tersebut telah dibongkar oleh pihak berwenang.
Lahan di sebelah Taman Tran Thu Do memiliki 5 lapangan sepak bola dan 2 lapangan tenis yang masih beroperasi normal.
Pada pukul 7 malam, semua stadion sudah penuh dipesan.
Sumber






Komentar (0)