
Madame Pang diharapkan dapat membantu pengembangan sepak bola Thailand setelah beliau secara pribadi mendanai pembayaran utang FAT - Foto: SIAM
Pada tanggal 23 April, Ibu Pang mengadakan konferensi pers untuk secara terbuka membahas isu-isu dari masa jabatannya sebelumnya, di mana para penggemar terkejut mengetahui bahwa Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) kalah dalam gugatan terhadap SIAM Sports senilai lebih dari 550 juta baht. Pada konferensi pers tersebut, Ibu Pang juga mengumumkan bahwa ia akan menyumbangkan 25 juta baht untuk membayar angsuran pertama utang FAT.
Selain itu, Ibu Pang juga menyelenggarakan program penggalangan dana untuk mengumpulkan tambahan 5 juta baht dari rekening pribadinya guna mendukung kegiatan FAT di masa mendatang.
Segera setelah konferensi pers yang disebutkan sebelumnya, Madame Pang membagikan foto dirinya di rumah sakit karena kelelahan di media sosial. Banyak penggemar Thailand mengunjungi halaman Facebook pribadi Madame Pang untuk mengirimkan pesan dukungan, semangat, dan rasa terima kasih.
Menanggapi tindakan tanpa pamrihnya untuk FAT khususnya dan sepak bola Thailand pada umumnya, presiden Asosiasi Pengacara Thailand dan pengacara Siam Sport, Narinpong Jinaphakdi, menyatakan kekagumannya: "Ibu Pang adalah presiden dengan semangat tinggi. Beliau memilih untuk bertanggung jawab atas sesuatu yang bukan kesalahannya. Ibu Pang mencegah FAT runtuh di depan mata kita."
Narinpong Jinaphakdi percaya bahwa jika Ibu Pang diberi kesempatan untuk menjadi presiden FAT lebih awal, alih-alih Worawi Makudi, sepak bola Thailand bisa mencapai tujuannya di Piala Dunia. Ia yakin bahwa di bawah kepemimpinan Ibu Pang, FAT akan segera pulih dan sepak bola Thailand pasti akan mencapai level yang lebih tinggi.
Menurut Siam Sport, FAT berencana untuk menegosiasikan kembali masalah utang pada tanggal 14 Mei. Ibu Pang menegaskan bahwa beliau dan rekan-rekannya akan terus bekerja untuk mengembalikan kepercayaan penggemar dan menciptakan stabilitas bagi sepak bola Thailand.
Sumber: https://tuoitre.vn/vi-cuu-tinh-madame-pang-20250425103338157.htm







Komentar (0)