
Menurut National Geographic, tren perjalanan saat ini meluas melampaui sekadar mengunjungi tempat-tempat indah hingga mencakup pengalaman budaya melalui kuliner .
Destinasi-destinasi terpilih ini semuanya memiliki nilai unik, yang mencerminkan sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat setempat melalui makanan dan minuman yang khas. Pencantuman Buon Ma Thuot dalam daftar ini merupakan pengakuan atas nilai-nilai unik yang dimiliki oleh wilayah dataran tinggi ini.
Sejak lama, Buon Ma Thuot dikenal sebagai "ibu kota kopi" Vietnam, dengan perkebunan kopi yang luas, iklim yang menguntungkan, dan merek kopi terkenal.
Namun, dari perspektif National Geographic, Buon Ma Thuot bukan hanya daerah penghasil kopi, tetapi juga destinasi yang mampu menceritakan kisah budaya lokal melalui pengalaman kuliner.

Salah satu daya tarik Buon Ma Thuot adalah ekosistem wisata kopi yang berkembang dengan baik. Pengunjung dapat mengunjungi perkebunan kopi, mempelajari proses penanaman, panen, pengolahan, pemanggangan, dan menikmati kopi langsung di lokasi produksi.
Pengalaman "dari kebun ke cangkir" semakin menjadi produk wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Selain sebagai minuman terkenal, kopi Buon Ma Thuot juga terkait erat dengan kehidupan budaya masyarakat etnis di Dataran Tinggi Tengah seperti suku Ede dan M'nong.
Setiap cangkir kopi mengandung kisah tentang tanah basalt merah, iklim dataran tinggi, praktik pertanian, dan identitas budaya masyarakat setempat. Hal ini dianggap sebagai faktor pembeda yang membantu Buon Ma Thuot menciptakan kesan uniknya sendiri di mata wisatawan.

Selain kopi, Dak Lak juga memiliki kekayaan kuliner yang melimpah dengan hidangan khas seperti nasi yang dimasak dalam bambu, ayam bakar, ikan air tawar, sayur-sayuran liar, arak beras, dan banyak hidangan tradisional dari kelompok etnis minoritas.
Perpaduan cita rasa pedesaan, bahan-bahan alami, dan suasana pegunungan serta hutan menciptakan daya tarik unik bagi kuliner lokal.
Salah satu daya tarik utama Buon Ma Thuot adalah Museum Kopi Dunia, di mana pengunjung berkesempatan untuk menjelajahi sejarah dan budaya kopi dari berbagai negara di seluruh dunia.
Bersama dengan perkebunan kopi dan sistem kedai kopi yang beragam, Buon Ma Thuot secara bertahap membentuk rantai pengalaman mandiri, membantu wisatawan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang budaya kopi di wilayah Dataran Tinggi Tengah.

Menurut Bapak Nguyen Son Hung, Kepala Dinas Manajemen Pariwisata Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Dak Lak, penghargaan dari National Geographic bukan hanya sumber kebanggaan bagi Buon Ma Thuot - Dak Lak, tetapi juga kesempatan untuk mempromosikan citra Vietnam kepada teman-teman internasional.
Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk menarik wisatawan, jurnalis, pakar kuliner, dan pecinta kopi dari seluruh dunia untuk merasakan langsung nilai-nilai unik Buon Ma Thuot.
Penghargaan internasional ini akan memotivasi Dak Lak untuk terus berinvestasi dan meningkatkan produk pariwisata yang terkait dengan kopi, budaya lokal, dan keindahan alam Dataran Tinggi Tengah. Jika dimanfaatkan secara efektif, Buon Ma Thuot tidak hanya akan mempertahankan posisinya sebagai ibu kota kopi Vietnam, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi destinasi kuliner terkemuka di kawasan dan dunia.
Pengakuan dari National Geographic merupakan bukti meningkatnya daya tarik wisata kuliner Vietnam. Dengan identitas uniknya, kedalaman budaya, dan pengalaman yang khas, Buon Ma Thuot - Dak Lak membuka perjalanan baru untuk memikat wisatawan internasional dengan cita rasa dan jiwa Dataran Tinggi Tengah.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/vi-sao-buon-ma-thuot-chinh-phuc-national-geographic-233759.html







Komentar (0)