Minggu lalu, Meta mengumumkan peluncuran global paket berlangganan berbayar untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, sekaligus menguji paket tambahan untuk AI, kreator konten, dan bisnis. Ini adalah langkah terbaru dalam strategi perusahaan untuk memperluas model berlangganannya.

Meta meluncurkan paket berlangganan berbayar global untuk Facebook dengan harga $3,99. (Gambar: Euronews)
Dengan demikian, Facebook Plus dan Instagram Plus dibanderol dengan harga $3,99 per bulan, sedangkan WhatsApp Plus berharga $2,99 per bulan. Paket-paket ini menambahkan beberapa fitur canggih seperti kemampuan Stories yang lebih luas, personalisasi profil, atau alat interaksi yang lebih baik.
Sebagai contoh, Instagram Plus dan Facebook Plus akan menawarkan fitur tambahan, termasuk analitik tingkat lanjut, statistik ulasan cerita, jangkauan audiens yang lebih luas, dan opsi penyesuaian profil.
Pengguna juga dapat memilih cerita unggulan setiap minggu untuk meningkatkan jumlah penayangan, memperpanjang waktu tampilan cerita melebihi 24 jam, melihat pratinjau cerita orang lain secara diam-diam (tanpa menampilkan nama mereka dalam daftar penonton), dan mencari penonton tertentu dalam sebuah cerita.
Sementara itu, WhatsApp Plus akan fokus pada personalisasi, termasuk stiker premium, nada dering khusus, dan tema aplikasi.
Namun, ini bukan berarti Facebook atau Instagram akan segera menjadi jejaring sosial berbayar. Meta mengatakan bahwa pengalaman inti akan tetap gratis.
Alasan perusahaan yang menghasilkan puluhan miliar dolar dari iklan meluncurkan paket berlangganan berbayar tambahan diyakini karena kecerdasan buatan (AI).
Menurut The Wall Street Journal , Meta berencana untuk menginvestasikan hingga $145 miliar pada tahun 2026, terutama di pusat data AI, chip, dan infrastruktur untuk mendukung produk kecerdasan buatan. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadikannya salah satu investasi AI terbesar di industri teknologi saat ini.
Pada pertengahan Mei, Meta juga memangkas sekitar 10% dari jumlah karyawannya, sebagian untuk membebaskan sumber daya bagi investasi AI yang semakin mahal.
Sementara itu, pendapatan iklan tetap menjadi sumber pendapatan utama Meta. Pendapatan non-iklan perusahaan pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai sekitar $885 juta, sedangkan pendapatan iklan saja menghasilkan sekitar $55 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI dipandang sebagai masa depan, Meta masih kekurangan aliran pendapatan baru yang signifikan untuk menggantikan model lamanya.
Menurut Euronews , strategi berlangganan baru ini dipandang sebagai upaya untuk membantu Meta mengurangi ketergantungannya pada iklan dan menciptakan aliran pendapatan yang lebih stabil. Paket berlangganan ini juga dilihat sebagai cara bagi perusahaan untuk menunjukkan kepada investor bahwa pengeluaran besar-besaran mereka untuk AI pada akhirnya dapat menghasilkan pendapatan.
Business Insider mencatat bahwa yang dikejar Meta bukanlah sekadar beberapa dolar per bulan dari pengguna, tetapi model pendapatan berulang, sumber pendapatan yang dianggap lebih dapat diprediksi dan stabil daripada iklan. Ini juga merupakan arah yang dikejar banyak perusahaan teknologi di era di mana AI menyebabkan biaya operasional meningkat tajam.
Selain paket Plus, Meta juga telah mulai menguji langganan AI dengan dua tingkatan: Meta One Plus dan Meta One Premium. Dengan demikian, pengguna AI gratis dapat terus menggunakan layanan ini, tetapi paket berbayar akan membuka batasan yang lebih tinggi, kemampuan untuk membuat video dan gambar, atau memproses permintaan yang lebih kompleks.
Yang perlu diperhatikan, Meta secara konsisten menekankan bahwa aplikasi intinya tetap gratis. Namun, penambahan layanan berbayar secara bertahap oleh perusahaan menunjukkan bahwa formula yang memungkinkan Facebook mendominasi internet selama lebih dari 20 tahun mungkin memasuki fase perubahan.
Sumber: https://vtcnews.vn/vi-sao-meta-ra-ban-thu-phi-khi-facebook-van-kiem-chuc-ty-usd-tu-quang-cao-ar1021418.html







Komentar (0)