Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Mengapa orang Korea menyikat gigi tiga kali sehari?

Menyikat gigi dua kali sehari adalah kebiasaan standar di banyak negara di dunia, tetapi orang Korea sering menyikat gigi hingga tiga kali sehari.

VTC NewsVTC News03/06/2026

Pemandangan umum saat jam makan siang di kantor, sekolah, atau restoran di Korea Selatan adalah antrean orang-orang di toilet, dengan sikat gigi di tangan, dengan tekun menyikat gigi mereka.

Di banyak budaya lain, menyikat gigi biasanya hanya dilakukan dua kali: setelah bangun tidur dan sebelum tidur. Namun, di Korea, standarnya adalah menyikat gigi tiga kali sehari. Ini telah menjadi praktik budaya yang sangat mengakar.

Masyarakat Korea memiliki tradisi budaya menyikat gigi setelah makan siang. (Foto: KoreanJeajong)

Masyarakat Korea memiliki tradisi budaya menyikat gigi setelah makan siang. (Foto: KoreanJeajong)

Mengapa orang Korea menyikat gigi tiga kali sehari?

Asal mula kebiasaan ini berasal dari kampanye "Aturan 3-3-3", sebuah program pendidikan kesehatan mulut berskala nasional yang diluncurkan pada akhir tahun 1980-an oleh Asosiasi Dokter Gigi Korea (KDA) bekerja sama dengan pemerintah.

Aturan ini sangat sederhana: Sikat gigi tiga kali sehari, dalam waktu tiga menit setelah setiap makan, dan setidaknya selama tiga menit setiap kali. Didukung kuat oleh ilmu kedokteran gigi dan pemerintah Korea Selatan, aturan ini telah mengubah praktik kebersihan pribadi yang umum ini menjadi refleks alami bagi seluruh bangsa. Berikut adalah lima alasan utama mengapa orang Korea mempertahankan kebiasaan ini begitu lama.

Budaya kuliner

Alasan pertama dan paling jelas terletak tepat di meja makan Korea. Masakan Korea terkenal di dunia karena kekayaan dan cita rasanya yang intens, tetapi ini datang dengan penggunaan rempah-rempah yang kuat dan tahan lama secara ekstensif.

Bawang putih, bawang merah, daun bawang, biji wijen, dan terutama bubuk cabai (gochugaru), pasta cabai (gochujang), dan pasta kedelai (doenjang) terdapat di hampir semua masakan, mulai dari kimchi dan semur hingga daging panggang. Setelah makan siang dengan semur kimchi atau bibimbap, aroma kuat bawang putih dan rempah-rempah lainnya tidak hanya tertinggal di mulut tetapi juga dapat membuat orang di sekitar Anda merasa tidak nyaman selama percakapan.

Menyikat gigi segera setelah makan adalah cara paling efektif untuk menghilangkan bau makanan sepenuhnya, mengembalikan kesegaran napas sehingga Anda dapat melanjutkan pekerjaan di sore hari dengan percaya diri. Selain itu, bubuk cabai dan biji wijen mudah menempel di celah-celah gigi, menyebabkan masalah estetika serius jika tidak segera dibersihkan.

Orang Korea sering mengonsumsi makanan dengan banyak acar, yang dapat dengan mudah menimbulkan bau tidak sedap. (Foto: AsiaInspiration)

Orang Korea sering mengonsumsi makanan dengan banyak acar, yang dapat dengan mudah menimbulkan bau tidak sedap. (Foto: AsiaInspiration)

Takut menimbulkan masalah.

Masyarakat Korea sangat mementingkan menjaga harga diri dan etika publik. Salah satu konsep kunci dalam budaya komunikasi mereka adalah "nunchi"—kemampuan untuk mengamati dan peka terhadap emosi orang lain serta menghindari menyakiti atau menyinggung perasaan mereka.

Memiliki bau badan atau napas yang tidak sedap saat berinteraksi dengan kolega, atasan, atau klien dianggap tidak sopan, bahkan sebagai tanda kurang memperhatikan perawatan diri. Oleh karena itu, orang Korea menyikat gigi setelah makan siang bukan hanya untuk kesehatan mereka sendiri, tetapi juga sebagai tindakan kesopanan dan kebaikan terhadap orang-orang di sekitar mereka.

Mereka tidak ingin bau bawang putih yang menyengat dari makan siang merusak suasana pertemuan sore itu. Memiliki senyum yang bersih dan napas segar dianggap sebagai kartu pengenal, membantu mereka membangun citra profesional dan berwibawa di mata orang lain.

Sejak usia dini, anak-anak Korea diajarkan untuk menyikat gigi tiga kali sehari agar bau mulut mereka tidak menular ke orang-orang di sekitar mereka. (Foto: KoreanHerald)

Sejak usia dini, anak-anak Korea diajarkan untuk menyikat gigi tiga kali sehari agar bau mulut mereka tidak menular ke orang-orang di sekitar mereka. (Foto: KoreanHerald)

Sinkronisme

Orang Korea dikenal karena rasa kerja tim yang kuat, mulai dari sekolah hingga tempat kerja. Ketika aturan "3-3-3" diperkenalkan ke dalam sistem pendidikan sejak prasekolah, anak-anak diajarkan untuk berbaris bersama-sama untuk menyikat gigi setelah makan siang di sekolah.

Kebiasaan ini diulang sepanjang masa kanak-kanak, membentuk ingatan dan refleks alami di masa dewasa. Setelah memasuki dunia kerja, perilaku ini semakin diperkuat oleh efek kelompok.

Ketika seorang kolega berdiri sambil membawa tas sikat gigi dan menuju ke kamar mandi setelah makan siang, semua orang secara alami akan mengikutinya agar tidak merasa dikucilkan atau berada di luar norma kelompok.

Di perusahaan-perusahaan Korea, tidak ada yang merasa malu untuk menyikat gigi di tempat umum, karena semua orang di sekitar mereka melakukan hal yang sama. Gedung perkantoran selalu dirancang dengan wastafel yang luas khusus untuk kebutuhan ini.

Budaya menyikat gigi di Korea Selatan dipromosikan melalui film dan televisi. (Foto: KoreanHerald)

Budaya menyikat gigi di Korea Selatan dipromosikan melalui film dan televisi. (Foto: KoreanHerald)

Biaya medis yang tinggi

Faktor praktis lain yang mendorong tren ini adalah persepsi tentang biaya perawatan gigi. Meskipun Korea Selatan memiliki sistem asuransi kesehatan yang sangat baik, layanan gigi khusus seperti veneer, implan gigi, atau kawat gigi masih menimbulkan biaya yang sangat tinggi dan seringkali tidak sepenuhnya ditanggung oleh asuransi.

Orang Korea sangat memahami bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Meluangkan 3 menit untuk menyikat gigi setelah setiap makan jauh lebih murah dan tidak menyakitkan daripada duduk di kursi dokter gigi untuk mengobati gigi berlubang atau penyakit gusi.

Menyikat gigi secara teratur membantu menghilangkan sisa makanan sebelum mengeras menjadi karang gigi, sehingga melindungi enamel gigi dan menjaga kesehatan gigi dan gusi. Bagi mereka, sikat gigi adalah investasi paling ekonomis dan efektif untuk kesehatan jangka panjang.

Produk perawatan gigi

Untuk mempertahankan kebiasaan praktis seperti menyikat gigi di tempat kerja atau saat bepergian, dukungan produk yang mudah digunakan sangatlah penting. Di Korea Selatan, industri perawatan pribadi telah membuat menyikat gigi menjadi lebih mudah dan lebih modis dari sebelumnya.

Anda dapat dengan mudah membeli perlengkapan sikat gigi perjalanan yang ringkas, tempat sikat gigi dengan sterilisasi UV, atau sikat gigi elektrik ukuran saku di toko serba ada mana pun di jalan.

Bahkan desain tabung pasta gigi dan sikat gigi di sini pun menarik perhatian, menjadikannya aksesori pribadi yang mencerminkan gaya hidup. Ketersediaan dan kemudahan alat-alat ini menghilangkan batasan ruang dan waktu.

(Sintetis)

Sumber: https://vtcnews.vn/vi-sao-nguoi-han-quoc-danh-rang-3-lan-moi-ngay-ar1021414.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Pagoda Dong Suci

Pagoda Dong Suci

Cahaya Perdamaian

Cahaya Perdamaian

masa kanak-kanak yang polos

masa kanak-kanak yang polos