Piala Dunia 2026 akan menandai lompatan besar dalam teknologi sepak bola dengan peluncuran bola pintar bernama Trionda.
Trionda adalah nama gabungan dari "Tri," yang mewakili tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, dan "Onda," yang berarti "gelombang" dalam bahasa Spanyol. Desain bola menampilkan tiga gelombang berwarna merah, hijau, dan biru, yang melambangkan negara-negara tuan rumah turnamen tersebut.
![]() |
| Pengisian penuh baterai Trionda membutuhkan waktu sekitar 90 menit dan menyediakan daya yang cukup untuk 6 jam. FOTO: FIFA |
Namun, keunggulan utama Trionda adalah sensor gerak 500Hz terintegrasinya, dengan berat sekitar 14 gram, yang memungkinkan deteksi instan setiap sentuhan sepanjang pertandingan. Sistem ini dapat melacak kecepatan, putaran, lintasan, dan posisi bola secara real-time, membantu mengidentifikasi situasi offside, kesalahan handball, dan permainan kontroversial dengan akurat. FIFA mengklaim teknologi ini akan secara signifikan mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang kompleks.
Fitur menarik lainnya adalah bola Trionda membutuhkan baterai untuk beroperasi. Bola ini menggunakan teknologi pengisian daya nirkabel melalui stasiun pengisian daya khusus, dengan pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 90 menit, memberikan waktu penggunaan sekitar 6 jam. Sistem cerdas ini juga secara otomatis menempatkan sensor ke mode hibernasi saat tidak aktif untuk menghemat daya baterai.
Piala Dunia 2026 akan dipenuhi dengan teknologi.
Selain bola pintar Trionda, FIFA juga meningkatkan sistem VAR-nya dengan gambar 3D pemain. Setiap stadion akan dilengkapi dengan beberapa kamera untuk melacak pergerakan pemain secara akurat berkat kolaborasi antara Lenovo dan FIFA. Kombinasi ini akan memungkinkan gambar tiga dimensi pemain yang detail selama tinjauan VAR, sehingga membantu wasit dan penonton untuk lebih memahami situasi yang kontroversial.
Kecerdasan buatan (AI) juga akan memainkan peran penting di Piala Dunia 2026. FIFA dan Lenovo telah mengembangkan platform Football AI Pro, mirip dengan ChatGPT dan Gemini, tetapi dilatih dengan data sepak bola. Semua tim nasional akan memiliki akses ke alat ini untuk menganalisis lawan, menghasilkan laporan pertandingan, mempelajari performa pemain, dan mengumpulkan data strategis.
Dengan bola pintar, sensor waktu nyata, kecerdasan buatan, avatar 3D, dan sistem VAR canggih, Piala Dunia 2026 menjanjikan menjadi turnamen sepak bola paling canggih secara teknologi dalam sejarah.
Menurut surat kabar Kien Van/Thanh Nien
Sumber: https://baovinhlong.com.vn/the-thao/202605/world-cup-2026-se-dung-qua-bong-thong-minh-nhat-lich-su-fifa-d7a0284/









Komentar (0)