Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Membangun universitas hijau

Selama beberapa waktu terakhir, Universitas Teknologi Da Nang telah melaksanakan banyak kegiatan untuk membangun model universitas hijau melalui proyek pengelolaan limbah, peningkatan ruang hijau, dan penelitian teknologi ramah lingkungan, dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Báo Đà NẵngBáo Đà Nẵng05/03/2026

Para ahli melatih mahasiswa di Universitas Politeknik tentang pemilahan dan daur ulang limbah plastik. Foto: HA KHUE

Bangunlah stasiun pengumpulan sampah.

Pada akhir tahun 2025, Universitas Teknologi, bekerja sama dengan Pusat Pembangunan Berkelanjutan (BUS), akan meluncurkan proyek “Inovasi Global dalam Plastik (GPIP): Inkubasi, Pameran, dan Kerja Sama Internasional untuk Mengakhiri Polusi Plastik,” yang didanai oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP). Salah satu poin penting dari proyek ini adalah pengoperasian stasiun pemulihan limbah sumber daya di asrama mahasiswa Universitas Teknologi.

Dengan model ini, mahasiswa dibimbing untuk memilah sampah plastik dan organik langsung di asrama. Sampah tersebut kemudian diangkut ke Stasiun Pengumpulan Sampah Sumber Daya untuk diproses dan didaur ulang. Sampah organik dan plastik diproses untuk menciptakan produk yang bermanfaat. Stasiun Pengumpulan Sampah Sumber Daya dianggap sebagai model pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, berkontribusi dalam membangun area asrama yang hijau, bersih, dan beradab serta bergerak menuju pembangunan universitas hijau di dalam komunitas mahasiswa.

Profesor Madya Huynh Phuong Nam, Wakil Rektor Universitas Teknologi, menyatakan bahwa pelaksanaan proyek "Inovasi Global dalam Plastik" di Universitas Teknologi merupakan kegiatan praktis dan bermakna, yang berkontribusi pada pembentukan kebiasaan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan di kalangan mahasiswa. Melalui ini, universitas secara efektif menerapkan kegiatan dan praktik pendidikan tentang pemilahan dan daur ulang sampah di lingkungan sekolah, khususnya di asrama mahasiswa.

Selain melaksanakan proyek infrastruktur dan teknologi, sekolah ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan pemb培养 kebiasaan pemilahan sampah di sumbernya, meminimalkan sampah plastik di kalangan siswa, dan meningkatkan tingkat daur ulang di Stasiun Pemulihan Sampah Sumber Daya. Sekolah ini bekerja sama dengan para ahli untuk menyelenggarakan sesi pelatihan, membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis.

Para siswa dengan antusias berpartisipasi dalam kegiatan tukar kado di program daur ulang sampah plastik. Foto: HA KHUE

Meningkatkan rasa tanggung jawab di kalangan generasi muda.

Dalam kegiatan ini, Profesor Madya Dr. Kieu Thi Kinh, pendiri Pusat Pembangunan dan Promosi Pembangunan Berkelanjutan, mendampingi Universitas Politeknik dan berbagi banyak pengetahuan yang relevan dan mudah diakses serta sesuai untuk mahasiswa. Profesor Madya Dr. Kieu Thi Kinh menganalisis kondisi terkini sampah plastik, membimbing mahasiswa dalam pemilahan sampah di Stasiun Pemulihan Sampah Sumber Daya, dan mengusulkan solusi untuk mengurangi sampah plastik di universitas.

Para ahli juga mempresentasikan jenis-jenis sampah plastik yang dihasilkan setiap hari oleh siswa dan kaum muda, seperti cangkir kopi sekali pakai, cangkir bubble tea, kantong plastik, dan wadah styrofoam untuk makanan panas, menyoroti dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, diperkenalkan pula produk ramah lingkungan yang dapat menggantikan plastik sekali pakai, beserta petunjuk rinci tentang cara memilah sampah di sumbernya dan cara mengumpulkan sampah dengan benar di Stasiun Pengumpulan Sampah Sumber Daya.

Nguyen Minh Quan, seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik Mesin di Universitas Teknologi, mengatakan bahwa setelah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh universitas dan mendengarkan presentasi para ahli, ia belajar tentang stasiun pengumpulan daur ulang yang terletak di kampus, yang membantunya lebih memahami siklus hidup sampah dan manfaat pemilahan sampah. Setiap tindakan kecil memiliki makna praktis; ketika kita mengubah kebiasaan kita, lingkungan sekitar pun secara bertahap berubah.

Menurut Profesor Madya Dr. Huynh Phuong Nam, pengoperasian Stasiun Pemulihan Limbah Sumber Daya bukan hanya solusi teknis untuk pengolahan limbah, tetapi juga mencerminkan orientasi jangka panjang universitas dalam membangun model tata kelola universitas yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting untuk secara bertahap meningkatkan ruang asrama menuju lingkungan yang beradab, rapi, dan ramah lingkungan.

Ketika siswa berpartisipasi langsung dalam proses penyortiran, pengumpulan, dan pelacakan perjalanan daur ulang, kesadaran mereka akan diubah menjadi tindakan nyata dan jangka panjang. Dari situ, rasa tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan akan dipupuk secara alami, berkontribusi pada pembentukan budaya hidup hijau di sekolah, dengan tujuan membangun sekolah menjadi lembaga pendidikan yang hijau, modern, dan berkelanjutan.

Sumber: https://baodanang.vn/xay-dung-truong-dai-hoc-xanh-3326597.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Senyum Bahagia

Senyum Bahagia

Senang

Senang

Sisi emas

Sisi emas