Melaju di antara jalan-jalan tua yang ramai, becak menawarkan "tempo lambat" yang langka di jantung kota modern. Tanpa tergesa-gesa atau kebisingan, kendaraan roda tiga ini dengan tenang melewati setiap sudut jalan, memungkinkan pengunjung untuk dengan santai mengagumi toko-toko kecil di pinggir jalan, pedagang kaki lima, dan kehidupan sehari-hari Hanoi .
![]() |
| Sebuah becak di jalanan Hanoi. (Foto: Thuy Nga) |
Kurangi kecepatan agar dapat melihat Hanoi dengan lebih jelas.
Dari naik becak tradisional, banyak wisatawan internasional mengungkapkan kegembiraan mereka menjelajahi Hanoi dengan santai. Lebih dari sekadar berjalan-jalan di jalanan, perjalanan ini menawarkan pandangan lebih dekat pada kehidupan sehari-hari di Kota Tua.
Cara eksplorasi yang unik ini memungkinkan pengunjung tidak hanya untuk "melewati" Hanoi, tetapi juga untuk memiliki waktu untuk mengamati, merasakan, dan terhubung lebih dalam dengan ruang dan ritme kehidupan di sini.
Menceritakan kesannya tentang becak di jalanan Hanoi, David Thompson, seorang turis dari Australia, mengatakan bahwa becak merupakan ciri khas Vietnam yang sangat unik. Meskipun biasanya ia lebih suka berjalan kaki saat berwisata, ia tetap mendorong wisatawan untuk mencoba becak setidaknya sekali.
![]() |
| Wisatawan dari Australia terkesan dengan pengalaman naik becak di Vietnam. (Foto: Thuy Nga) |
"Menurut saya, becak merupakan ciri khas Vietnam yang sangat unik. Tur becak yang membawa wisatawan berkeliling Hanoi dan ke tempat-tempat terkenal adalah cara yang sangat menarik untuk menjelajahi kota," katanya.
Meskipun baru beberapa hari berada di Vietnam, Daniel Lee, seorang turis dari Singapura, mengatakan bahwa ia sudah mencoba naik becak saat berwisata di Hanoi.
![]() |
| Daniel Lee, seorang turis dari Singapura, berbagi pengalamannya menaiki becak di Kota Tua. (Foto: Thuy Nga) |
Ia bercerita bahwa kesan pertamanya adalah pemandangan mencolok dari becak-becak merah terang di jalanan. Ia juga penasaran dengan para pengemudinya, yang bertubuh kecil tetapi tangguh dan lincah. Pendekatan mereka yang ramah dan antusias juga menjadi alasan ia memutuskan untuk mencoba layanan jenis ini.
Menurut Daniel Lee, becak di Hanoi memiliki pesona budaya yang sangat unik, tidak seperti tempat lain yang pernah ia kunjungi. Setelah perjalanannya yang berkesan, turis itu mengatakan bahwa ia akan berbagi pengalaman ini dengan teman-temannya dan percaya bahwa mereka juga akan menghargai karakteristik unik ibu kota ini.
Kisah di balik kemudi
Terlepas dari nilai budayanya dan pengalaman uniknya, becak Hanoi juga menghadapi banyak tantangan. Perkembangan transportasi modern yang pesat, bersamaan dengan tekanan pada infrastruktur dan persyaratan pengelolaan perkotaan yang semakin ketat, secara bertahap mempersempit ruang lingkup moda transportasi ini.
Banyak pengemudi becak kesulitan mencari pelanggan, pendapatan mereka tidak stabil, dan beberapa bahkan menghadapi risiko harus meninggalkan pekerjaan yang telah mereka tekuni selama bertahun-tahun. Dalam konteks ini, pertanyaan tentang apakah akan mempertahankan atau menghapus becak bukan hanya masalah ekonomi , tetapi juga mengangkat isu tentang bagaimana Hanoi dapat melestarikan nilai-nilai yang telah berkontribusi pada identitasnya.
Setelah mengabdikan diri pada profesi ini selama lebih dari 10 tahun, hari kerja Bapak Pham Van Dao dimulai saat fajar dan berakhir ketika lampu jalan menyala. Meskipun pekerjaannya sangat bergantung pada cuaca dan jumlah wisatawan, ia tetap memiliki kasih sayang khusus terhadap becaknya. Menurutnya, ini adalah "panggilan" yang memilihnya, sehingga semua kesulitan menjadi lebih mudah.
![]() |
| Bapak Pham Van Dao - yang telah bekerja sebagai pengemudi becak selama lebih dari 10 tahun. (Foto: Minh Hang) |
Yang paling ia khawatirkan adalah masa depan profesi ini. "Jika suatu hari nanti tidak ada lagi becak, itu akan sangat menyedihkan, karena itu adalah ciri budaya Hanoi yang indah. Bukan hanya saya yang akan sedih, tetapi saya yakin banyak orang juga akan menyesalinya," ujarnya.
Di tengah perubahan pesat di kota ini, becak tetap bertahan sebagai bagian hidup dari ingatan kota. Mereka tidak berisik atau mencolok, tetapi membangkitkan Hanoi yang tenang dan akrab.
Dan mungkin putaran roda yang lambat inilah yang secara halus "memikat" wisatawan internasional, membuat mereka mengingat kota ini bukan hanya karena destinasinya, tetapi juga karena ritme kehidupan yang sangat unik di ibu kotanya.
Sumber: https://baoquocte.vn/xich-lo-niu-chan-du-khach-quoc-te-giua-long-ha-noi-387757.html












Komentar (0)