15:57, 27/11/2023
Lalu kita kembali untuk mengumpulkan awan-awan itu ke dalam ingatan kita.
Bunga-bunga pohon flamboyan masih bersinar terang di halaman sekolah.
Kemeja putih ini persis seperti yang kita pakai waktu sekolah dulu.
Debu dari tahun-tahun yang lalu telah menempel di rambutku yang sudah lapuk.
Ini adalah bangku batu tempat para remaja biasa berkumpul di sore hari.
Sebuah puisi cinta menanti dengan cemas.
Hujan sudah turun, tapi mengapa kamu belum datang?
Daun-daun asam jawa berguguran dan disusun dengan dingin membentuk kata "kesepian"!
Mari kita buka kembali halaman-halaman buku harian lama.
Temanku, di mana kau?
Tinta ungu itu tiba-tiba tersentak kaget.
Terbayang di benak kita adalah sebuah ruang kelas, ramai dan penuh kehidupan...
Mari kita duduk bersama di ruangan itu, ruangan yang kita lihat bertahun-tahun lalu.
Papan tulis menghapus kesedihan.
"Fungsi," "akar" bergema samar-samar dari ingatan.
"Sebuah gema yang menyedihkan, mengapa itu terasa sakit dan berdenyut di hatiku?"
Biarkan aku menangis di bawah cakrawala musim panas.
Bayangan mantan guru saya masih terbayang, bibirnya yang tersenyum samar-samar terlihat.
Melupakan ajaran-ajaran tersebut terkadang dapat menyebabkan kehancuran kita.
Di manakah sinar matahari bagi para siswa?
Aku sangat merindukan masa-masa usia dua puluhan...
Thanh Trac Nguyen Van
Sumber







Komentar (0)