
Salah satu poin penting adalah bahwa semua pelanggan seluler baru mulai 15 April dan seterusnya harus memverifikasi informasi biometrik mereka menggunakan foto wajah. Data ini akan langsung dibandingkan dengan Basis Data Kependudukan Nasional dan Basis Data Kartu Identitas Nasional untuk memastikan keakuratannya. Informasi verifikasi yang dibutuhkan meliputi: nomor identifikasi pribadi; nama keluarga, nama tengah, dan nama depan; tanggal lahir; dan data biometrik wajah.
Peraturan ini bertujuan untuk memperkuat manajemen pelanggan, mencegah penggunaan informasi pribadi tanpa izin untuk mendaftarkan kartu SIM dengan nama palsu, dan berkontribusi pada pencegahan dan pemberantasan penipuan daring.
Bagi pelanggan yang telah diverifikasi menggunakan kartu identitas elektronik level 2 atau kartu identitas warga negara yang tertanam chip, pengguna tidak perlu melakukan verifikasi ulang, kecuali jika perangkat yang menggunakan kartu SIM berubah. Demikian pula, pelanggan yang telah diverifikasi melalui aplikasi VNeID juga dibebaskan dari verifikasi ulang jika mereka tidak mengganti ponsel mereka.
Surat edaran tersebut juga menambahkan peraturan untuk pemantauan ketika pengguna mengganti perangkat terminal. Ketika kartu SIM dimasukkan ke telepon lain, operator jaringan dapat menangguhkan sementara panggilan keluar hingga 2 jam untuk memeriksa dan meminta verifikasi ulang informasi biometrik. Jika verifikasi tidak selesai dalam 30 hari, layanan pelanggan akan diblokir di kedua arah. Setelah 5 hari berikutnya, jika verifikasi masih belum selesai, operator jaringan akan menghentikan layanan dan membatalkan kontrak.
Pengguna dapat memverifikasi informasi pelanggan mereka melalui berbagai metode, termasuk: secara online melalui aplikasi identitas nasional VNeID atau aplikasi operator jaringan; atau langsung di titik transaksi dan agen resmi. Perusahaan telekomunikasi bertanggung jawab untuk menyimpan data verifikasi lengkap selama masa aktif pelanggan.
Operator jaringan seluler merekomendasikan agar masyarakat proaktif memeriksa dan memperbarui informasi pelanggan mereka sedini mungkin untuk menghindari gangguan komunikasi. Beberapa kelompok pelanggan yang perlu diperhatikan meliputi: pelanggan yang terdaftar menggunakan kartu identitas lama, pelanggan yang terdaftar atas nama orang lain, atau mereka yang telah menerima pemberitahuan tentang standardisasi informasi.
Selama proses implementasi, pihak berwenang juga memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap aktivitas penipuan. Pengguna tidak boleh memberikan kode OTP, kata sandi, atau tautan akses dari sumber yang tidak dikenal; otentikasi hanya boleh dilakukan melalui aplikasi resmi atau di tempat transaksi yang sah.
Langkah-langkah verifikasi mandiri di VNeID
Untuk menyelesaikan proses verifikasi, pengguna memerlukan akun VNeID level 2 dan harus mengikuti langkah-langkah berikut:
Langkah 1: Buka dan masuk ke aplikasi VNeID di ponsel cerdas Anda.
Langkah 2: Akses bagian layanan atau cari kata kunci "Verifikasi pelanggan seluler" di kolom pencarian.
Langkah 3: Periksa daftar pelanggan. Sistem akan menampilkan daftar nomor telepon yang terdaftar atas nama Anda. Harap periksa informasi ini dengan cermat.
Langkah 4: Pilih nomor telepon Anda saat ini dan lakukan "Pemindaian Wajah" (autentikasi biometrik) seperti yang diinstruksikan oleh aplikasi.
Langkah 5: Jika Anda menemukan nomor telepon yang tidak dikenal terdaftar atas nama Anda dan Anda tidak menggunakannya, gunakan fitur "Laporkan" langsung di aplikasi agar penyedia jaringan dapat mengambil tindakan tepat waktu.
Sumber: https://daidoanket.vn/5-buoc-xac-thuc-sim-qua-vneid.html






Komentar (0)