Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi 2025 (berlaku mulai 1 Juli 2026) mencakup beberapa perubahan penting, seperti penyesuaian jadwal pajak penghasilan pribadi progresif dari 7 golongan menjadi 5 golongan; penambahan jenis penghasilan yang dikenakan pajak; peningkatan ambang batas pajak untuk penghasilan yang dikenakan pajak berdasarkan transaksi per transaksi; peningkatan ambang batas pajak penghasilan pribadi untuk individu dan usaha rumah tangga; dan peningkatan pengurangan tunjangan keluarga.

Menyesuaikan golongan pajak penghasilan pribadi dari 7 menjadi 5.

Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi tahun 2025 telah menyederhanakan jadwal tarif pajak progresif, menguranginya dari 7 golongan menjadi 5 dan memperlebar jarak antar golongan. Tarif pajaknya masing-masing adalah 5%, 10%, 20%, 30%, dan 35%.

Berdasarkan skema pajak baru, tarif pajak terendah sebesar 5% berlaku untuk penghasilan kena pajak hingga 10 juta VND/bulan, dan tarif maksimum sebesar 35% berlaku untuk penghasilan yang melebihi 100 juta VND/bulan. Skema pajak baru ini membantu mengurangi beban pajak bagi semua individu yang saat ini membayar pajak di semua golongan.

Menurut para ahli, pengurangan tarif pajak progresif dari 7 menjadi 5 tingkatan menyederhanakan sistem pajak dan menghilangkan "lonjakan" pada tingkatan menengah.

Ambang batas pajak tertinggi telah dinaikkan di atas 100 juta VND/bulan, yang berarti hanya mereka yang berpenghasilan sangat tinggi yang akan dikenakan tarif 35%. Hal ini dianggap sebagai perbaikan yang ramah bagi investor dan pekerja terampil, karena mengurangi jumlah orang yang jatuh ke dalam kelompok pajak tertinggi.

pajak penghasilan a.jpg

Menambahkan penghasilan kena pajak

Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi 2025, mulai 1 Juli 2026, beberapa jenis penghasilan baru akan dikenakan pajak, termasuk: