Safari akan segera diperbarui untuk mengikuti tren penggunaan alat pencarian berbasis AI. Foto: Bloomberg . |
Menurut Bloomberg , Apple "secara aktif mempertimbangkan" untuk merombak peramban Safari di perangkatnya agar fokus pada mesin pencari berbasis AI, sebuah perubahan besar yang dapat mengakhiri kemitraan jangka panjangnya dengan Google.
Eddy Cue, wakil presiden senior layanan Apple, juga mengungkapkan informasi ini selama sidang pada tanggal 7 Mei dalam gugatan Departemen Kehakiman AS terhadap Alphabet Inc. Inti dari perselisihan ini adalah perjanjian senilai sekitar $20 miliar per tahun antara kedua perusahaan, di mana Google akan menjadi pilihan utama untuk pencarian di peramban Apple.
Di luar gangguan tersebut, AI telah menarik perhatian konsumen. Cue mencatat bahwa volume pencarian Safari menurun untuk pertama kalinya pada bulan April, yang menurutnya disebabkan oleh peralihan pengguna ke AI.
Bahkan wakil presiden senior layanan Apple pun percaya bahwa penyedia pencarian AI, termasuk OpenAI, Perplexity AI, dan Anthropic, akan menggantikan mesin pencari standar seperti Google.
Saat ini Apple menawarkan ChatGPT dari OpenAI sebagai pilihan di asisten virtual Siri dan diperkirakan akan menambahkan Gemini, produk pencarian AI dari Google, pada akhir tahun ini. Selain itu, Cue menambahkan bahwa Apple juga telah mempertimbangkan Anthropic, Perplexity, DeepSeek, dan Grok dari xAI milik Elon Musk untuk tujuan ini.
Google dan mesin pencari tradisional telah kehilangan pangsa pasar dalam pencarian informasi. 55% responden dalam survei The Information yang dilakukan akhir tahun lalu mengatakan mereka menggunakan chatbot sebagai pengganti mesin pencari tradisional untuk pertanyaan sehari-hari mereka.
Sumber: https://znews.vn/ac-mong-voi-google-sap-bat-dau-tu-nhung-chiec-iphone-post1551786.html







Komentar (0)