"Saya benar-benar terkejut. Jarang sekali melihat pengunduran diri yang begitu kolektif dan penuh semangat. Mereka tidak dipaksa untuk meninggalkan posisi mereka, tetapi mereka memilih untuk mengundurkan diri demi citra dan reputasi organisasi," kata Datuk Seri Windsor Paul John pada konferensi pers.

Sekretaris Jenderal AFC terkejut dengan pengunduran diri massal para pejabat FAM (Foto: Bharian).
Berdasarkan konfirmasi dari Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, seluruh anggota Komite Eksekutif untuk periode 2025-2029 telah mengundurkan diri secara bulat dengan segera. Keputusan ini diambil setelah Komite Eksekutif menyadari perlunya perubahan komprehensif untuk menghidupkan kembali sepak bola, yang sedang terpuruk dalam krisis.
Mengingat situasi yang kritis, AFC tidak bisa tinggal diam. Dalam pernyataan terbarunya, badan pengatur tertinggi sepak bola Asia tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas ketidakstabilan di dalam FAM.
AFC menekankan bahwa menjaga sistem tata kelola yang transparan dan stabil merupakan prasyarat agar sepak bola suatu negara diizinkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan internasional.
Perwakilan AFC menyatakan: "Kami memantau perkembangan di Malaysia dengan cermat. Stabilitas federasi anggota kami adalah prioritas utama kami. AFC siap mengirim tim inspeksi dan memberikan dukungan ahli untuk memastikan bahwa sepak bola Malaysia tidak terhambat oleh konflik tingkat tinggi."
Pengunduran diri kolektif kepemimpinan FAM menciptakan gelombang positif di Malaysia. Alih-alih berpegang teguh pada kepentingan pribadi, para pejabat sepak bola negara itu telah memilih untuk menghadapi tanggung jawab mereka. Sekretaris Jenderal AFC menganggap ini sebagai keputusan yang berani, yang menunjukkan sportivitas dan rasa hormat yang tinggi kepada para penggemar.

Para ahli sepakat dengan pengunduran diri massal para pejabat sepak bola Malaysia (Foto: FAM).
Pengunduran diri massal ini bukan berarti keruntuhan total, melainkan dipandang sebagai langkah awal untuk perombakan besar-besaran sistem. Pengunduran diri seluruh Komite Eksekutif baru akan memaksa sepak bola Malaysia untuk mengadakan pemilihan khusus, sehingga dapat menemukan wajah-wajah baru dan ide-ide baru untuk mengarahkan sepak bola negara ini melewati masa yang penuh gejolak ini.
Hal ini dipandang sebagai peringatan tersirat bahwa jika kekacauan tidak segera dikendalikan, sepak bola Malaysia dapat menghadapi sanksi yang lebih berat dari organisasi internasional.
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/afc-len-tieng-ve-vu-quan-chuc-bong-da-malaysia-tu-chuc-hang-loat-20260129153754177.htm
Komentar (0)