Protein adalah nutrisi penting yang membentuk sel dan memainkan peran penting dalam membangun otot, mendukung metabolisme, meningkatkan rasa kenyang, memperbaiki jaringan yang rusak, dan menyeimbangkan hormon. Rata-rata, individu yang kurang aktif membutuhkan sekitar 0,8-1,3 gram protein per kilogram berat badan per hari, sedangkan atlet mungkin membutuhkan lebih banyak. Namun, mengonsumsi terlalu banyak protein juga dapat membahayakan kesehatan.

Kesehatan tulang yang melemah
Menurut Times of India, mengonsumsi terlalu banyak protein dapat menyebabkan hiperkalsiuria, suatu kondisi yang ditandai dengan pengeluaran kalsium berlebihan dalam urin. Ketidakseimbangan ini mengurangi cadangan kalsium dalam tulang, melemahkan kekuatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Memberikan tekanan pada fungsi ginjal.
Kelebihan protein dalam makanan memberikan beban asam tambahan pada ginjal, meningkatkan laju filtrasi glomerulus dan menyebabkan peningkatan ekskresi kalsium dan natrium. Hal ini meningkatkan kemungkinan pembentukan batu ginjal, terutama batu asam urat dan kalsium oksalat. Seiring waktu, ini mempercepat penurunan fungsi ginjal, terutama pada individu dengan penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya.
Peningkatan risiko kanker
Memasak makanan pada suhu tinggi dapat menghasilkan amina heterosiklik – senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Daging merah dan daging olahan, yang tinggi lemak jenuh, juga meningkatkan risiko ini. Setiap orang harus mengonsumsi makanan yang seimbang, memprioritaskan makanan segar dan membatasi makanan olahan.
Dampak pada fungsi hati
Pola makan yang terlalu tinggi protein, terutama dengan penggunaan suplemen yang berlebihan, dapat memberi tekanan pada hati. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan enzim hati dan hiperalbuminemia – indikator bahwa hati mengalami kelebihan beban. Konsumsi protein berlebihan dalam jangka panjang juga dapat berdampak negatif pada metabolisme dan fungsi hati.
Faktor risiko penyakit arteri koroner
Menurut Eating Well, mengonsumsi terlalu banyak protein dan lemak jenuh dapat memperburuk stres kardiovaskular, yang berpotensi menyebabkan aterosklerosis dan penyakit jantung lainnya.
Untuk melindungi kesehatan jantung, setiap orang perlu menjaga gaya hidup aktif, mengontrol berat badan, dan membangun pola makan sehat. Kebiasaan baik meliputi mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh, berolahraga secara teratur selama 30-40 menit setiap hari, berhenti merokok, cukup tidur, dan mengelola stres.
Menurut vnexpress.net
Sumber: https://baophutho.vn/an-qua-nhieu-protein-hai-suc-khoe-the-nao-254562.htm







Komentar (0)