Pada sore hari tanggal 3 Juni, Ketua Komite Rakyat Kelurahan Duy Tan, Kota Kinh Mon ( Hai Duong ) mengatakan bahwa sebuah kejahatan serius baru saja terjadi di kelurahan tersebut, yang menyebabkan satu orang tewas. Tersangka dan korban adalah saudara kandung.
Sebelumnya, sekitar pukul 04.40 pagi di hari yang sama, warga di Duy Tan Ward sedang berolahraga ketika mendapati dua orang kakak beradik sedang berkelahi.
Saat itu Bapak Tran Van Huan (62 tahun, berdomisili di Desa Chau Xa, Kecamatan Duy Tan, Kota Kinh Mon) pergi dari rumahnya menuju tempat tinggal dan dibesarkan adiknya Bapak Tran Van T. (59 tahun, juga berdomisili di Desa Chau Xa).
Tersangka Tran Van Huan di kantor polisi
Di sana, Tuan Huan menebas adiknya berkali-kali dengan pisau, menyebabkan korban tewas di tempat. Setelah melakukan kejahatannya, Tuan Huan membawa senjata tersebut ke Kantor Polisi Distrik Duy Tan untuk menyerahkan diri.
Penyebab awalnya, menurut kesaksian Bapak Huan, adalah konflik pembagian harta warisan ayahnya. Sebelumnya, setelah ayahnya meninggal dunia, Bapak Huan memberikan sejumlah uang kepada adik laki-lakinya untuk berbisnis di sebidang tanah dekat gunung, sementara Bapak Huan menerima sebidang tanah di desa. Masalah ini telah dibicarakan secara lisan antara Bapak Huan dan adik laki-lakinya 30 tahun yang lalu.
Namun, sekitar 10 tahun yang lalu, Tuan T. kembali menuntut pembagian kembali properti peninggalan ayahnya. Setelah banyak negosiasi tanpa menemukan titik temu, konflik pun muncul di antara kedua bersaudara itu. Konflik memuncak ketika Tuan T. baru-baru ini mendengar bahwa saudaranya ingin membangun rumah untuk putranya di tanah yang disengketakan tersebut.
Untuk menyelesaikan insiden tersebut, pada akhir tahun 2022, pemerintah Distrik Duy Tan memediasi perselisihan tersebut dan meminta kedua bersaudara tersebut untuk membuat surat pernyataan untuk tidak menimbulkan kekacauan. Namun, pada pagi hari tanggal 3 Juni, insiden memilukan itu terjadi.
Setelah menerima berita tersebut, Kepolisian Distrik Duy Tan turun tangan mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kinh Mon dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Hai Duong untuk melakukan olah TKP, olah TKP, pemeriksaan forensik, serta meminta keterangan para saksi guna kepentingan penyidikan, guna memperjelas kasus pembunuhan seorang kakak beradik terhadap adiknya akibat sengketa tanah.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)