Artichoke mengandung dua senyawa aktif penting, yaitu cynarin dan silymarin, yang membantu memulihkan fungsi hati dan banyak ditemukan di akar, batang, daun, dan bunganya.
Pada tanggal 19 Mei, Dr. Huynh Tan Vu, dari Departemen Pengobatan Tradisional Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh, menyatakan bahwa artichoke dianggap sebagai "obat mujarab" untuk hati, dengan kemampuan membersihkan racun.
Selain itu, artichoke mengandung inulin, inulinase, tanin, dan garam organik logam seperti kalium, kalsium, magnesium, dan natrium. Senyawa-senyawa ini membantu menurunkan kadar kolesterol dan urea dalam darah, merangsang produksi dan sekresi empedu, serta bertindak sebagai diuretik. Artichoke sering digunakan sebagai obat untuk melancarkan aliran empedu, meredakan masalah saluran kemih, dan mengobati penyakit hati dan ginjal.
Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa artichoke merangsang hati dan kantung empedu, mencegah batu empedu, melawan toksisitas hati, dan menurunkan lipid darah. Mengenai efek detoksifikasi hatinya, keberadaan cynarin, garam mineral, dan sesquiterpene lactone secara bersamaan membantu meregenerasi sel-sel hati. Oleh karena itu, artichoke direkomendasikan untuk penderita hepatitis virus, toksisitas hati akibat penggunaan obat-obatan berbahaya yang berlebihan, lipid darah tinggi, dan gangguan pencernaan akibat kekurangan asam empedu.
Meskipun artichoke memiliki energi yang sangat rendah (40-50 kkal), rendah lemak dan protein, namun kaya akan vitamin dan mineral seperti kalium, fosfor, kalsium, natrium, sulfur, dan magnesium, sehingga sangat cocok untuk penderita diabetes. Bunga artichoke juga membantu menghilangkan racun bagi mereka yang mengalami ketidakseimbangan akibat konsumsi alkohol berlebihan.
Minuman berbahan dasar artichoke. Foto: Health Care
Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, daun artichoke memiliki rasa pahit. Bagian yang digunakan adalah daun segar atau kering dan bunga artichoke, yang direbus atau dikukus hingga menjadi ekstrak cair, dengan dosis 2-10g daun kering per hari.
Bunga artichoke diseduh menjadi teh dan digunakan segar (10-20g) atau kering (5-10g) dalam kasus nyeri hati, sakit perut, gangguan pencernaan, produksi ASI yang tidak mencukupi pada wanita pascapersalinan, diabetes, asam urat, rematik, dan kelemahan umum.
Namun, penggunaannya harus dilakukan secara moderasi; penggunaan berlebihan dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan hati, kejang otot polos sistem pencernaan, kembung, dan kelelahan.
Thuy Quynh
Tautan sumber






Komentar (0)