Mulai 13 Februari, surga wisata Bali di Indonesia mulai memberlakukan pajak sebesar 150.000 Rupiah (sekitar $10 USD) kepada wisatawan untuk melestarikan budaya tempat yang dikenal sebagai "pulau para dewa" ini.
| Bali mengenakan pajak sebesar 10 dolar AS kepada wisatawan. (Sumber: Vietjet Air) |
Baru-baru ini, Pelaksana Tugas Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menyatakan: "Pajak ini bertujuan untuk melindungi budaya dan lingkungan di Bali."
Menurut siaran pers, wisatawan asing atau mereka yang berasal dari luar negeri yang mengunjungi Bali harus membayar biaya sebesar 10 dolar AS melalui portal online "Love Bali".
Pajak ini tidak berlaku untuk wisatawan domestik Indonesia.
Menurut angka resmi, hampir 4,8 juta wisatawan mengunjungi Bali antara Januari dan November 2023 tahun lalu, seiring pulau itu terus pulih dari pandemi Covid-19. Bali sangat bergantung pada pariwisata, menarik jutaan pengunjung asing setiap tahunnya.
Oleh karena itu, pemerintah Bali berupaya memanfaatkan hal ini untuk meningkatkan pendapatan dan berkontribusi dalam melestarikan daya tarik pulau tropis ini.
Tahun lalu, pihak berwenang Bali harus menerbitkan buku panduan yang menguraikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisatawan saat mengunjungi pulau tersebut.
Beberapa persyaratan bagi wisatawan yang mengunjungi Bali meliputi menghormati kesucian dan kekhidmatan kuil dan simbol-simbol keagamaan, serta berpakaian sopan dan hormat, terutama saat mengunjungi tempat-tempat suci di negara ini.
Sumber








Komentar (0)