Qatar Indonesia tertinggal dari Vietnam di Grup D Piala Asia 2023, setelah kalah 1-3 dari Irak di babak pertama.
Tidak ada kejutan di Stadion Ahmad bin Ali, karena Irak menunjukkan superioritas mereka dengan kemenangan dua gol. Namun, Indonesia juga tampil impresif di babak pertama, terutama sekitar 10 menit kemudian ketika gelandang berusia 20 tahun, Marselino Ferdinan, menyamakan kedudukan. Namun, gol kontroversial Osama Rashid untuk Irak di penghujung babak pertama membuat tim Asia Tenggara itu tak berdaya untuk bangkit. Penurunan performa di babak kedua juga membuat tim asuhan Shin Tae-yong kembali kebobolan.
Mohanad Ali (No. 10) membuka skor untuk Irak melawan Indonesia di Stadion Ahmad bin Ali, Kota Al Rayyan, Qatar, pertandingan pertama Grup D Piala Asia 2023 pada 15 Januari 2024. Foto: Lam Thoa
Indonesia bermain seimbang dengan Irak di 15 menit pertama, dengan bola masing-masing membentur tiang gawang dan mistar gawang satu kali. Tim Asia Barat tersebut memanfaatkan peluang yang lebih baik untuk membuka skor, ketika seorang pemain Indonesia gagal menghalau bola, sehingga menciptakan umpan bagi Mohanad Ali yang berlari cepat melewati Elkan Baggott untuk menghadapi kiper. Berlari cepat, Mohanad tetap tenang dan melepaskan tendangan melengkung dengan kaki kanannya yang lebih lemah ke sudut dekat gawang untuk membuka skor. Striker inilah yang mencetak satu-satunya gol yang membantu Irak mengalahkan Vietnam 1-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion My Dinh pada November 2023.
Irak terus menekan, tetapi tim asuhan Shin tetap bermain mengintai, menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Kejutan datang di menit ke-37, ketika gelandang Yakob Sayuri menerobos dari sisi kanan, melewati bek tengah Ali Adnan, lalu melepaskan umpan silang rendah ke tiang kedua yang disambut Marselino Ferdinan yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong untuk menyamakan kedudukan 1-1 bagi Indonesia. Pencetak gol pertama bagi Vietnam dan Indonesia di turnamen ini adalah Nguyen Dinh Bac dan Ferdinan yang sama-sama berusia 20 tahun.
Peristiwa utama pertandingan.
Namun, Indonesia hanya mampu mempertahankan skor selama 10 menit. Di menit-menit akhir babak pertama, gelandang Ali Jassim menerima bola di sisi kiri, dekat kotak penalti, berpura-pura menembak, lalu mengarahkan bola ke kaki kirinya untuk melewati Asnawi Mangkualam. Ia melepaskan tembakan rendah ke sudut gawang, sehingga kiper Ernando Ari tak mampu menangkapnya, dan mengarahkan bola tepat ke Osama Rashid, yang dengan mudah menceploskannya ke gawang kosong untuk mencetak gol kedua Irak.
Pelatih Shin dengan marah menuntut untuk meninjau situasi melalui layar, lalu berbicara keras kepada wasit. Ia tidak puas karena pada permainan sebelumnya, Mohanad tampak offside dalam sundulan jarak dekat. Namun, gol tetap disahkan untuk Irak, mungkin karena wasit menganggap kedua situasi berbeda, sehingga VAR tidak melakukan intervensi.
Keunggulan Irak terlihat jelas pada gol ketiga di babak kedua. Dari umpan silang Bashar Rasan di sisi kanan, Aymen Hussein memanfaatkan tinggi badannya yang hanya 1,89 m, melompat untuk bersaing dengan bek tengah Rizky Ridho. Sementara Ridho kesulitan, Aymen tetap tenang, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang, membuat kiper Indonesia tak mampu bereaksi tepat waktu untuk menyelamatkan gawang. Seperti kebanyakan duel satu lawan satu dalam pertandingan ini, Irak tampil lebih baik berkat fisik terbaik ketiga mereka di turnamen ini, hanya di belakang Iran dan Tiongkok.
Aymen Hussein (kanan) merayakan gol yang memastikan kemenangan 3-1 untuk Irak. Foto: Lam Thoa
Menjelang akhir pertandingan, para pemain Indonesia kehilangan kekuatan, melakukan beberapa tekel lambat dan membahayakan lawan. Gelandang Marc Klok dua kali menjegal bola dengan telapak kakinya dalam beberapa menit, namun hanya menerima kartu kuning dari wasit Uzbekistan, Ilgiz Tantashev.
Babak pertama Grup D berakhir tanpa kejutan. Jepang dan Irak sama-sama menang dengan selisih dua gol, menempatkan mereka di atas Vietnam dan Indonesia. Philippe Troussier dan timnya saat ini berada di posisi ketiga grup, unggul atas Indonesia dalam hal jumlah gol. Di babak kedua, kedua perwakilan Asia Tenggara akan bertemu pada 19 November, dengan tim yang kalah hampir pasti tereliminasi.
Quang Dung - Hoang An
Lihat acara utama[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)