Membekali siswa dengan keterampilan untuk melindungi diri mereka sendiri secara proaktif.
Dengan perkembangan teknologi digital , lingkungan daring telah menjadi bagian integral dari kehidupan siswa, termasuk pembelajaran, komunikasi, dan hiburan. Ruang digital menawarkan banyak peluang untuk mengakses pengetahuan, tetapi juga menyimpan banyak risiko seperti berita palsu, penipuan daring, konten berbahaya, dan risiko kebocoran data pribadi.
Dalam konteks ini, membekali anak-anak dengan keterampilan untuk menggunakan lingkungan daring secara aman dan bertanggung jawab diidentifikasi sebagai kebutuhan mendesak. Ini adalah fokus utama dari rencana sektor pendidikan untuk melaksanakan program "Melindungi dan mendukung perkembangan anak di lingkungan daring 2026-2030," yang bertujuan untuk memenuhi keputusan Perdana Menteri dan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.

Sesuai rencana, sektor pendidikan akan fokus pada peningkatan kesadaran, membantu siswa mengidentifikasi informasi berbahaya dan beracun, melindungi data pribadi, berperilaku bertanggung jawab, dan secara proaktif mencegah risiko di dunia maya.
Pada saat yang sama, lembaga pendidikan didorong untuk menyelenggarakan kegiatan praktik, arena bermain, dan kompetisi tentang keterampilan digital dan keamanan informasi agar siswa dapat berlatih dan mengasah keterampilan mereka.
Bapak Pham Van Nam, Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan, menyatakan bahwa melindungi dan mendukung anak-anak di lingkungan daring tidak hanya harus berfokus pada solusi teknis, tetapi yang lebih penting, membekali siswa dengan keterampilan untuk melindungi diri mereka sendiri dan berkembang secara komprehensif di era digital.
Selama periode terakhir, sektor pendidikan provinsi telah menerapkan banyak program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru dan administrator dalam mendampingi dan mendukung siswa.
Di SMA Negeri 1 Phu My (Komune Phu My), Le Truong Gia Bao secara teratur menggunakan internet untuk belajar dan bertukar informasi. Melalui kampanye kesadaran yang diadakan sekolah, ia telah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang melindungi informasi pribadi, mewaspadai tautan yang mencurigakan, dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
"Setelah mendapat bimbingan dari guru-guru saya, saya menggunakan media sosial dengan lebih hati-hati dan tidak lagi membagikan informasi secara sembarangan," ujar Bao.
Membangun jaringan dukungan bagi mahasiswa.
Selain membekali anak-anak dengan keterampilan, program ini bertujuan untuk membangun jaringan guna mendukung anak-anak di dunia maya dengan partisipasi sekolah, keluarga, dan pihak-pihak terkait.
Yang perlu diperhatikan, tujuan untuk memastikan bahwa 100% korban anak dari pelecehan daring menerima dukungan dan intervensi ketika dibutuhkan pada tahun 2030 mencerminkan strategi pencegahan dan respons ketika insiden terjadi.
Sesuai rencana, lembaga pendidikan akan memperkuat komunikasi untuk membantu orang tua memahami peran mereka dalam mendukung anak-anak mereka di dunia maya; dan pada saat yang sama, berkoordinasi erat antara keluarga dan sekolah dalam membimbing, mengawasi, dan mendukung siswa dalam menggunakan internet secara aman dan efektif.
Selama bertahun-tahun, Departemen Pendidikan dan Pelatihan telah menyelenggarakan berbagai kursus pelatihan untuk administrator dan guru tentang konseling psikologi sekolah, keterampilan hidup, dan keamanan daring.
Konten ini juga secara rutin diimplementasikan melalui kegiatan di kelas, pembelajaran berbasis pengalaman, dan kegiatan ekstrakurikuler, membantu siswa mengidentifikasi risiko, melindungi informasi pribadi, dan berperilaku bertanggung jawab di ruang digital.
Di Sekolah Menengah Atas Nguyen Van Cu (Komune Bo Ngoong), kampanye kesadaran diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan keterampilan hidup. Bapak Truong Quang Phong, kepala sekolah, mengatakan bahwa sekolah tersebut berfokus pada membekali siswa dengan keterampilan untuk mengidentifikasi informasi yang salah, melindungi data pribadi, dan mendukung mereka ketika menghadapi masalah daring.
Sementara itu, SMA Nguyen Tran (Kelurahan Tam Quan) memperkuat perannya dalam konseling psikologis sekolah. Setelah mengikuti pelatihan dari Dinas Pendidikan dan Pelatihan, sekolah tersebut telah membentuk tim konseling untuk memberikan dukungan tepat waktu kepada siswa, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang penggunaan media sosial yang aman dan memastikan keamanan di ruang digital.
Terkait kekerasan di sekolah dan keamanan daring, Ibu Nguyen Thi Thuy Trang, seorang dosen psikologi di Universitas Quy Nhon, meyakini bahwa lingkungan daring dan platform media sosial sangat memengaruhi persepsi, emosi, dan perilaku siswa.
Jika dibimbing dengan benar, ruang digital membuka banyak peluang untuk belajar, terhubung, dan mengembangkan keterampilan; sebaliknya, seringnya terpapar konten negatif atau kurangnya keterampilan dalam menggunakannya dapat memengaruhi psikologi dan perilaku anak-anak.
Menurut Ibu Trang, selain melindungi siswa dari risiko daring, keluarga dan sekolah perlu fokus membekali mereka dengan keterampilan untuk penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, keterampilan pengendalian emosi, dan kemampuan untuk mengidentifikasi dampak negatif.
Sumber: https://baogialai.com.vn/bao-ve-ho-tro-hoc-sinh-phat-trien-tren-moi-truong-mang-post590626.html








