Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Sektor properti ramah lingkungan berkembang pesat.

Sertifikasi bangunan hijau berkembang pesat di pasar properti Vietnam; mulai dari perkantoran dan kawasan industri hingga proyek multifungsi, semakin banyak pengembang yang mengintegrasikan standar keberlanjutan sejak tahap desain untuk meningkatkan nilai properti dan menarik penyewa internasional.

Báo Đại biểu Nhân dânBáo Đại biểu Nhân dân11/03/2026

Vietnam mengalami peningkatan pesat dalam peringkat bangunan hijau.

Sertifikasi bangunan hijau menjadi tren pengembangan yang menonjol di pasar real estat global, dan Vietnam tidak terkecuali.

Menurut data dari U.S. Green Building Council (USGBC), pada tahun 2025, dunia akan memiliki lebih dari 7.500 proyek komersial yang tersertifikasi LEED, dengan total luas lantai melebihi 147 juta meter persegi. Di Vietnam saja, sekitar 2,6 juta meter persegi luas lantai di 100 proyek telah menerima sertifikasi LEED, menempatkan Vietnam di peringkat ke-8 di antara negara dan wilayah di luar Amerika Serikat.

Peringkat USGBC didasarkan pada total luas lantai bersertifikat selama setahun, yang mencerminkan skala dan tingkat pertumbuhan pasar bangunan hijau di setiap negara. Masuknya Vietnam dalam 10 pasar teratas menunjukkan pergeseran signifikan dalam pendekatan terhadap pengembangan real estat, di mana faktor lingkungan dan efisiensi operasional semakin dianggap sebagai kriteria penting.

hinh-anh-minh-hoa-cong-trinh-xanh.jpg
Sumber gambar: TL

Patut dicatat, hanya dua tahun lalu, Vietnam berada di peringkat ke-28 dalam peringkat ini. Kenaikan peringkat yang pesat ini mencerminkan pertumbuhan yang kuat dari pasar bangunan hijau domestik.

Seiring dengan tren peningkatan ini, cakupan standar bangunan hijau juga berkembang pesat. Jika sebelumnya proyek-proyek bersertifikasi terkonsentrasi di segmen-segmen tertentu, standar ini sekarang muncul di berbagai jenis properti. Gedung perkantoran, kawasan industri, pabrik, dan proyek multifungsi semakin proaktif mengadopsi standar bangunan hijau untuk meningkatkan daya saing dan menarik penyewa internasional.

Tren ini juga mencerminkan pergeseran pola pikir pengembangan para investor. Meskipun sertifikasi ramah lingkungan sebelumnya dipandang sebagai langkah tambahan pada tahap akhir proyek, banyak bisnis kini mengintegrasikan standar keberlanjutan sejak tahap desain dan perencanaan. Pendekatan ini memungkinkan optimalisasi penggunaan energi, air, dan material sepanjang siklus hidup bangunan, sekaligus memberikan proyek keunggulan kompetitif jangka panjang di pasar.

Standar keberlanjutan secara bertahap menjadi ukuran nilai aset.

Menurut Luca Vadala, Direktur Pengembangan Bisnis Nasional, Layanan Manajemen Fasilitas Terpadu (IFM) di Savills Vietnam, real estat industri dan logistik memainkan peran utama dalam tren pembangunan berkelanjutan di Vietnam.

Dalam konteks rantai pasokan global yang semakin berfokus pada standar ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola), banyak produsen dan perusahaan teknologi memprioritaskan pemilihan pabrik dan kawasan industri yang memenuhi standar lingkungan internasional.

Di luar fase desain, pasar kini lebih menekankan pada efisiensi operasional praktis bangunan. Bangunan hijau biasanya menyediakan data spesifik tentang konsumsi energi, penggunaan air, dan emisi. Informasi ini membantu investor dan penyewa mengendalikan biaya operasional dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam jangka panjang.

Menurut para ahli, memperoleh sertifikasi bangunan hijau tidak secara otomatis menjamin pengembalian yang lebih tinggi secara langsung. Namun, standar keberlanjutan dapat berkontribusi pada peningkatan likuiditas dan stabilitas nilai aset dari waktu ke waktu.

Seiring meningkatnya minat investor institusional terhadap faktor ESG, proyek-proyek yang memenuhi standar lingkungan dan menunjukkan transparansi dalam data operasional sering kali diberi peringkat lebih tinggi selama proses uji tuntas investasi.

Dengan semakin banyaknya proyek yang menerapkan solusi keberlanjutan yang terukur, faktor "hijau" secara bertahap menjadi bagian integral dari metode penilaian properti, bukan lagi sekadar inisiatif individu dari setiap pengembang.

Sumber: https://daibieunhandan.vn/bat-dong-san-xanh-tang-toc-10409328.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Bangga dengan Vietnam

Bangga dengan Vietnam

Bangga dengan perfilman Vietnam

Bangga dengan perfilman Vietnam

kehidupan sehari-hari

kehidupan sehari-hari