Terletak di provinsi Sichuan di barat daya Tiongkok, desa Yangsi telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade karena 40% penduduknya adalah orang kerdil.
Menurut para tetua desa, kehidupan normal dan bahagia mereka "hancur pada suatu malam musim panas tahun 1951" oleh sebuah penyakit aneh. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak berusia antara 5 dan 7 tahun, menyebabkan mereka berhenti tumbuh dan tetap memiliki tinggi badan yang sama selama sisa hidup mereka. Selain tidak bertambah tinggi, beberapa pasien menderita berbagai disabilitas.
Sensus tahun 1985 menemukan sekitar 119 kasus serupa di desa tersebut. Penyakit ini tidak hanya menyerang korban pertama, tetapi juga menular ke generasi berikutnya. Pada tahun 2014, 36 dari 80 penduduk desa tersebut bertubuh kerdil, dengan yang tertinggi sekitar 117 cm dan yang terpendek 64 cm.
Pada Januari 2008, otoritas kesehatan Kabupaten Zizhong melakukan pemeriksaan sinar-X terhadap orang-orang kerdil di Desa Yangsi. Hasil sinar-X menunjukkan kelainan tulang, yang menunjukkan pertumbuhan terhambat.
Dwarfisme adalah perawakan pendek akibat kondisi medis atau genetik. Menurut definisi, orang dengan dwarfisme memiliki tinggi badan 147 cm (48 inci) atau lebih pendek. Tinggi rata-rata orang dengan dwarfisme adalah 122 cm (48 inci).
Ada banyak kondisi medis berbeda yang menyebabkan dwarfisme. Gangguan ini umumnya terbagi dalam dua kategori besar:
Dwarfisme disproporsional menyebabkan ukuran tubuh pasien menjadi tidak proporsional, dengan beberapa bagian tubuh berukuran kecil sementara yang lain berukuran rata-rata atau di atas rata-rata. Gangguan ini menyebabkan dwarfisme disproporsional dan menghambat pertumbuhan tulang.
Dwarfisme proporsional terjadi ketika semua bagian tubuh berukuran relatif kecil, sesuai dengan ukuran tubuh rata-rata. Kondisi ini sudah ada sejak lahir atau muncul selama masa kanak-kanak, sehingga membatasi pertumbuhan dan perkembangan secara keseluruhan.
Warga Desa Yangsi memiliki tinggi badan yang sedang. Foto: Courtesy Feed
Para ilmuwan dan pakar mengunjungi Yangsi untuk mempelajari sumber daya air, tanah, dan makanan di daerah tersebut. Mereka memeriksa pasien yang terdampak, berharap menemukan penjelasan atas kondisi langka tersebut. Pada tahun 1997, para pakar berhipotesis bahwa terdapat kadar merkuri yang tinggi di tanah Yangsi, tetapi mereka tidak dapat membuktikan hipotesis tersebut. Akibatnya, penyebab penyakit ini masih menjadi misteri hingga saat ini.
Meskipun pemerintah Tiongkok tidak menyangkal keberadaan desa tersebut, mereka menutup wilayah tersebut untuk pengunjung asing. Foto-foto penduduk setempat beredar, disertai beberapa rumor aneh. Desa ini tercatat secara resmi pada tahun 1951, tetapi laporan tentang keberadaan orang kerdil sudah ada sejak tahun 1911.
Penelitian terkini menunjukkan bahwa generasi selanjutnya tampaknya tidak terpengaruh oleh penyakit aneh tersebut.
Thuc Linh (Menurut Stoly, Panarmenian )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)