Dijuluki "MicroSlop," Microsoft menghadapi badai kritik atas kecerdasan buatannya.
Praktik Microsoft yang memasukkan AI Copilot ke dalam setiap produk telah menyebabkan pengguna online menyebutnya secara sarkastik sebagai "MicroSlop," yang mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meningkat terhadap perusahaan teknologi besar.
Báo Khoa học và Đời sống•11/01/2026
Pada akhir tahun 2025, sebuah unggahan blog oleh CEO Satya Nadella secara tak terduga memicu gelombang ejekan terhadap Microsoft di media sosial. Alih-alih membangkitkan empati, pernyataan bahwa masyarakat harus "melampaui" konsep AI sampah justru menyebabkan terciptanya nama "MicroSlop".
Microsoft telah dikritik karena strategi "semuanya bergantung pada AI", tetapi juga karena secara paksa menerapkan Copilot ke sebagian besar produknya. Pengguna bereaksi keras ketika fitur AI muncul, bahkan ketika fitur tersebut tidak diminta atau sebenarnya tidak dibutuhkan.
Tagar #MicroSlop dengan cepat menyebar di X, Reddit, dan banyak platform lainnya sebagai simbol ketidakpuasan. Komunitas tersebut meyakini bahwa kesenjangan antara ekspektasi perusahaan teknologi besar terhadap AI dan kebutuhan pengguna yang sebenarnya semakin melebar. Pada kenyataannya, AI saat ini dikaitkan dengan disinformasi, meme yang tidak bermakna, dan kontroversi hukum yang serius.
Kisah MicroSlop menggambarkan menurunnya kepercayaan konsumen terhadap AI, terutama ketika manfaat sosialnya masih belum jelas. Pembaca diundang untuk menonton video berikut: Sampah AI - Masalah Baru di Media Sosial (VTV24)
Komentar (0)