Rumah pintar semakin populer dengan munculnya banyak perangkat terhubung seperti lampu, stopkontak, sakelar, sensor, dan speaker. Namun, peningkatan ini juga menyebabkan kemacetan jaringan, terutama karena banyak perangkat menggunakan pita Wi-Fi 2,4 GHz dan Bluetooth.

Meskipun pita frekuensi 2,4 GHz pernah menjadi pilihan populer untuk perangkat nirkabel, meningkatnya jumlah perangkat yang terhubung telah menjadikan kemacetan sebagai masalah serius. Sinyal Wi-Fi dapat terputus-putus, audio Bluetooth dapat terganggu, dan kecepatan transfer data dapat menurun. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengembangan Bluetooth (Bluetooth SIG) sedang meneliti kemungkinan beralih ke pita frekuensi 6 GHz untuk teknologi konektivitas nirkabel ini.
Tantangan untuk perangkat rumah pintar di masa depan
Namun, transisi Bluetooth ke pita frekuensi 6 GHz bukanlah solusi sederhana, karena harus dapat hidup berdampingan dengan teknologi Wi-Fi saat ini dan di masa mendatang. 6 GHz adalah frekuensi yang dilisensikan untuk Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7, yang membuka "jalur baru" bagi perangkat yang terhubung melalui Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7, menawarkan lebih banyak saluran dan lebih sedikit kemacetan.
Meskipun Wi-Fi 7 belum tersebar luas dan sebagian besar perangkat rumah pintar masih beroperasi pada pita 2,4 GHz, mengelola koeksistensi teknologi konektivitas nirkabel ini sangat penting untuk menghindari kejenuhan.
Secara keseluruhan, pengembangan rumah pintar menghadirkan banyak tantangan bagi teknologi konektivitas nirkabel. Untuk memenuhi permintaan konektivitas yang terus meningkat, Bluetooth perlu menemukan solusi baru untuk meningkatkan kinerja dan meminimalkan kemacetan dalam konteks semakin banyaknya perangkat yang digunakan.
Sumber: https://baotayninh.vn/bluetooth-co-the-som-gianh-dat-cua-wi-fi-trong-ngoi-nha-thong-minh-148095.html







Komentar (0)