Mereka belum memiliki skuad terkuat mereka.
Tahun ini, tim voli putri Vietnam kehilangan beberapa pemain andalan seperti Nguyen Thi Bich Tuyen, Hoang Thi Kieu Trinh, Nguyen Thi Trinh, dan Doan Thi Lam Oanh. Secara khusus, pasangan ganda Tuyen-Trinh meninggalkan kekosongan yang signifikan, karena penggantinya, Doan Thi Xuan dan Dang Thi Kim Thanh, belum mencapai level yang diharapkan. "Karena banyak alasan yang tak terhindarkan, tim tidak memiliki skuad terbaiknya. Namun, 14 pemain yang dipanggil kali ini semuanya dalam kondisi prima dan fisik yang baik. Saya percaya mereka akan bekerja keras dalam latihan, membangun kekompakan, dan mengincar tujuan tim di Piala AVC 2026," ujar pelatih Nguyen Tuan Kiet.

Tim voli putri Vietnam yakin akan mampu mempertahankan gelar juara Piala AVC mereka.
FOTO: NHAT THINH
Kemarin (25 Mei), tim berkumpul di Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Bac Ninh. Banyak pemain baru saja melewati periode kompetisi yang panjang, mulai dari babak pertama Kejuaraan Bola Voli Nasional di Hanoi , Piala Bola Voli Hung Vuong di Phu Tho pada bulan April, dan yang terbaru Piala Bola Voli VTV9 - Binh Dien di Tay Ninh. Pelatih Nguyen Tuan Kiet berharap pemain kunci seperti Tran Thi Thanh Thuy, Vi Thi Nhu Quynh, Nguyen Khanh Dang, Le Thanh Thuy, dan Vo Thi Kim Thoa dapat tampil baik di Piala AVC 2026.
Lawan yang tangguh
Pelatih Nguyen Tuan Kiet menyatakan bahwa setelah memenangkan Piala AVC selama tiga musim berturut-turut, tim Vietnam masih bertekad untuk mempertahankan gelar mereka. Tantangan terbesar bagi tim voli putri Vietnam adalah partisipasi tim Korea Selatan. Lawan ini berkompetisi di FIVB Nations League 2025 tetapi terdegradasi, sehingga mereka kembali ke Piala AVC.
Berdasarkan hasil undian Piala AVC 2026, tim Vietnam berada di Grup B bersama Kazakhstan, Iran, Indonesia, Hong Kong, dan Lebanon. Sementara itu, Korea Selatan berada di Grup A bersama tuan rumah Filipina dan Taiwan, Australia, Uzbekistan, dan Kyrgyzstan. Tim Vietnam (peringkat ke-28 dunia ) akan bersaing memperebutkan tempat pertama di grup melawan Kazakhstan (peringkat ke-35 dunia). Lawan-lawan lainnya dianggap lebih lemah tetapi juga dipandang sebagai lawan yang belum bisa diprediksi kekuatannya. Oleh karena itu, Tran Thi Thanh Thuy dan rekan-rekan setimnya tidak boleh lengah.
Selain Korea Selatan, pesaing potensial lainnya untuk gelar Piala AVC kali ini adalah negara tuan rumah, Filipina. Dengan kebijakan naturalisasi dan investasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tim voli putri Filipina secara bertahap telah membangun skuad yang kuat dan mendalam. Keuntungan bermain di kandang dan dukungan dari para penggemar juga memotivasi tim voli putri Filipina untuk mengincar terobosan di Piala AVC ini.
Bagi tim voli putri Vietnam, pemulihan dan peningkatan kebugaran fisik semakin ditekankan. Bapak Le Tri Truong, Sekretaris Jenderal Federasi Voli Vietnam, menyatakan bahwa pakar kebugaran Karl Lim akan kembali untuk kamp pelatihan ini. Pakar asal Australia ini telah bekerja dengan tim voli putri Vietnam di SEA Games ke-33 dan Kejuaraan Dunia 2025. Karl Lim memiliki keahlian dan dedikasi yang luar biasa, yang secara signifikan meningkatkan kebugaran fisik para pemain Vietnam. Tran Thi Thanh Thuy dan pemain lainnya kini mampu berkompetisi bahkan dalam pertandingan yang berlangsung lima set.
Sumber: https://thanhnien.vn/bong-chuyen-nu-viet-nam-quyet-san-vang-chau-a-185260525210629448.htm
Komentar (0)