SGGP
Peluncuran kebijakan luar angkasa nasional memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tekad dan dorongan Selandia Baru untuk mengembangkan bidang ilmu pengetahuan ini.
Ilustrasi |
Selandia Baru telah meluncurkan kebijakan luar angkasa nasionalnya, sebuah tonggak penting dalam pengembangan luar angkasa negara tersebut, yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena negara tersebut telah menjadi lokasi yang semakin menarik untuk peluncuran luar angkasa, manufaktur teknologi luar angkasa, dan penelitian ilmu luar angkasa.
Menurut Menteri Pembangunan Ekonomi Selandia Baru, Barbara Edmonds, implementasi kebijakan antariksa nasional memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tekad dan motivasi Selandia Baru untuk mengembangkan bidang ilmu ini. Kebijakan tersebut telah menetapkan nilai-nilai kunci dalam tujuan pengembangan antariksa, termasuk kapasitas manajemen, inovasi, tanggung jawab, dan kemitraan, serta menegaskan bahwa fokus pada nilai-nilai ini akan menciptakan landasan bagi komitmen, kebijakan, dan strategi baru Pemerintah di bidang antariksa. Kebijakan ini juga menguraikan tujuan Pemerintah Selandia Baru untuk mengembangkan sektor antariksa yang inovatif dan inklusif, melindungi dan memajukan kepentingan ekonomi dan keamanan negara...
Para ahli mengatakan fokus Selandia Baru pada kebijakan luar angkasa nasional mencerminkan meningkatnya risiko geopolitik terkait luar angkasa dan urgensi untuk bekerja sama dengan mitra yang sepaham demi melindungi keamanan nasional negara tersebut. Meskipun industri luar angkasa Selandia Baru lebih kecil daripada banyak negara besar lainnya, industri ini berkembang dengan baik dan memiliki potensi besar. Per Agustus 2022, industri luar angkasa negara ini diperkirakan bernilai sekitar $1,7 miliar.
Pada bulan September 2022, Pemerintah Selandia Baru mengumumkan rencana untuk mengembangkan strategi kedirgantaraan untuk mengubah industri luar angkasa menjadi industri "ujung tombak" negara tersebut.
Pengumuman tersebut muncul tiga minggu setelah Selandia Baru dan AS menandatangani perjanjian kerangka kerja sama luar angkasa untuk menciptakan peluang pertumbuhan bagi sektor luar angkasa Selandia Baru dan mempromosikan hubungan dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA).
Selandia Baru sekarang menjadi penanda tangan ke-11 Artemis Accords, cetak biru untuk kerja sama luar angkasa yang akan mendukung rencana NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan pada tahun 2024 dan meluncurkan misi bersejarah ke Mars.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)