Pada tanggal 19 November, pada Konferensi Para Pihak ke-29 Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (COP29) di Baku, Azerbaijan, Vietnam mengumumkan versi terbaru dari Rencana Adaptasi Perubahan Iklim Nasional (RAN) untuk periode 2021-2030, dengan visi hingga tahun 2050.
Vietnam, bersama dengan 59 negara yang telah menyelesaikan dan menerbitkan NAP, terus menegaskan upayanya untuk mengembangkan solusi guna meningkatkan ketahanan perubahan iklim bagi sistem alam, ekonomi , sosial, dan manusia.
Acara tersebut, yang diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), menarik sejumlah besar pemimpin, pakar, dana internasional, dan mitra pembangunan.
Pembaruan NAP – Sebuah Langkah Maju yang Besar dalam Adaptasi Perubahan Iklim
Berbicara di acara tersebut, Wakil Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Le Cong Thanh menekankan bahwa adaptasi perubahan iklim merupakan bagian penting dari upaya global untuk melindungi masyarakat, mata pencaharian, dan ekosistem, terutama di negara-negara berkembang.
Vietnam telah secara proaktif mengeluarkan kebijakan dan menerapkan banyak langkah untuk menanggapi dampak perubahan iklim secara efektif, termasuk mengembangkan dan menerapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) mulai tahun 2020 dan menerapkan sistem untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan adaptasi.
Versi terbaru RAN telah ditinjau dan disempurnakan berdasarkan praktik implementasi periode 2020-2023 dan komitmen baru Vietnam. Proses perencanaan melibatkan partisipasi kementerian, sektor, daerah, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat , dan mitra internasional.
Tantangan dan seruan untuk kerja sama internasional
Vietnam telah memobilisasi sumber daya domestik untuk melaksanakan Rencana Aksi Nasional (RAN) tetapi masih menghadapi banyak tantangan, termasuk kendala finansial, teknologi, dan kapasitas. Wakil Menteri Le Cong Thanh menyerukan dukungan dari komunitas internasional, menekankan pentingnya transfer teknologi dan akses ke modal preferensial untuk meningkatkan ketahanan masyarakat rentan.
Tujuan dan misi NAP yang diperbarui
Rencana nasional yang diperbarui mengidentifikasi tiga tujuan utama dengan 162 tugas prioritas, dengan fokus pada: Meningkatkan ketahanan dan kapasitas adaptif sistem alam, ekonomi, dan sosial, memastikan penghidupan berkelanjutan (76 tugas); Mengurangi risiko dan kerusakan yang disebabkan oleh meningkatnya bencana alam dan iklim ekstrem, menangani kerugian yang disebabkan oleh perubahan iklim (33 tugas); Menyempurnakan kelembagaan, mempromosikan potensi dan sumber daya nasional untuk adaptasi yang efektif (53 tugas).
Rencana tersebut menekankan penerapan model pembangunan berkelanjutan dan adaptif berdasarkan alam, ekosistem, dan masyarakat, sambil mendorong partisipasi dan investasi dari sektor swasta.
Komitmen masyarakat internasional
Ibu Rohini Kohli, Penasihat Senior UNDP, menegaskan bahwa RAN yang diperbarui merupakan tonggak penting bagi Vietnam untuk memobilisasi sumber daya dan membangun masa depan yang berkelanjutan. Beliau menekankan perlunya memperkuat kerja sama multilateral guna mengatasi kerugian dan kerusakan secara adil dan efektif. UNDP berkomitmen untuk terus mendukung Vietnam dalam inisiatif pembiayaan dan transfer teknologi.
Orientasi pembangunan berkelanjutan
Dalam acara tersebut, para pembicara membahas strategi adaptasi perubahan iklim Vietnam, dengan fokus pada solusi keuangan berkelanjutan dan perlindungan kelompok rentan. RAN yang diperbarui tidak hanya merupakan respons terhadap tantangan perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional, yang berkontribusi dalam membangun masa depan berkelanjutan bagi Vietnam.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/buoc-tien-cua-viet-nam-trong-cuoc-chien-chong-bien-doi-khi-hau.html
Komentar (0)