
Nenek saya adalah seorang vegetarian seumur hidup, jadi hidangan vegetarian selalu ada dalam makanan keluarga kami di masa lalu. Pada hari-hari hujan dan suram, ia sering menyajikan kari vegetarian yang harum, kaya rasa, dan creamy untuk saya. Kari buatannya selalu berisi sayuran akar yang familiar seperti talas, wortel, dan ubi jalar. Dan tentu saja, jamur jerami tak tergantikan, rasa manisnya menambahkan sentuhan lembut pada kari.
Sekilas, semua orang mengira memasak hidangan vegetarian itu sederhana, tidak serumit atau sedetail memasak hidangan daging. Namun kenyataannya, saya melihat nenek saya sibuk menyiapkan bahan-bahan dan merendam kacang putih yang gemuk dan segenggam kacang merah dari malam sebelumnya.
Nenekku memasak menggunakan kompor serbuk gergaji. Ia membawa kompor itu ke tumpukan serbuk gergaji di tempat yang kering, meletakkan botol kosong di tengahnya, dan memadatkan serbuk gergaji di sekelilingnya hingga menutupi seluruh permukaan. Kemudian, ia perlahan-lahan mengangkat botol itu dan menyalakan kompor. Ketika api berkobar merah dan panas memenuhi ruang di sekitar kompor, ia mulai menggoreng setiap jenis sayuran akar, yang telah dipotong persegi dan dibumbui dengan bubuk kari, dalam wajan berisi minyak. Setelah semua sisinya berwarna cokelat keemasan, ia memindahkannya ke dalam mangkuk.
Nenek menumis bawang merah, menambahkan beberapa batang serai yang dihancurkan untuk aroma tambahan, lalu menambahkan semua sayuran goreng ke dalam panci, membumbui dengan sedikit bubuk kari dan beberapa rempah sesuai resepnya. Aroma harum bawang merah tumis, serai, dan bubuk kari tercium, bercampur dengan aroma asap yang masih tercium di udara. Nenek menuangkan air secukupnya hingga menutupi semua bahan dan memasak hingga mendidih, lalu mengangkat kayu bakar agar panasnya mereda. Ia menambahkan santan, jamur, tahu goreng, dan kacang putih serta kacang merah yang sudah direbus sebelumnya, dan melanjutkan memasak selama beberapa menit lagi. Bahan-bahan mulai tercampur, terendam dalam campuran yang kaya, lembut, dan harum.
Semangkuk kari disajikan, dan Nenek menaburkan sedikit lada, daun bawang cincang, dan beberapa tangkai daun ketumbar di atasnya. Dari kari vegetarian buatan Nenek, aroma yang lembut dan murni tercium di udara.
Di mataku, setiap hidangan vegetarian yang dimasak nenekku menjadi sebuah "hidangan istimewa." Rasanya harmonis dan lezat, membawa kedamaian dan kebahagiaan di setiap gigitannya. Saat itu, aku tidak mengerti konsep-konsep filosofis yang diajarkan dalam Buddhisme, tetapi aku mendengar nenekku berkata bahwa makan makanan vegetarian adalah cara untuk menenangkan pikiran di tengah hiruk pikuk kehidupan, cara untuk berlatih menemukan kedamaian batin di tengah banyaknya momen bergejolak yang mengelilingi jiwa seseorang.
Nenekku sudah tua sekarang, tidak lagi cukup kuat untuk menyiapkan dan merawat masakan dengan teliti seperti dulu. Dapur lama dan kompor serbuk gergaji pun sudah hilang. Semuanya tetap beku dalam kenangan yang kusimpan saat aku tumbuh dewasa. Di sana, aku menemukan masakan yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian nenekku. Ada kari vegetarian yang kaya, menenangkan, dan menyegarkan yang dengan susah payah dibumbui dan disiapkannya. Di sana, aku juga menemukan pelajaran yang dengan lembut membimbingku melewati ketidakpastian hidup, membawaku pada kedamaian.
Sumber: https://baodanang.vn/ca-ri-chay-cua-noi-3332129.html






Komentar (0)