Perusahaan perdagangan Jepang Marubeni bermitra dengan perusahaan rintisan Israel Orca AI untuk melengkapi kapal dengan kamera AI yang dapat membantu penglihatan dalam kabut atau kegelapan untuk mengurangi tabrakan.
Sistem kamera Orca AI, yang disebut SeaPod, dilatih pada citra laut sejauh lebih dari 20 juta mil laut, setara dengan 4.200 pelayaran trans-Pasifik dari Jepang ke Los Angeles.
AI menganalisis data besar dari rekaman serta parameter lain seperti penundaan terkait cuaca untuk meningkatkan kewaspadaan situasional terhadap potensi tabrakan.
Sistem memproses rekaman kamera secara real-time, mendeteksi target secara otomatis, dan menampilkan hasilnya di layar bantuan navigasi. Dalam kondisi visibilitas rendah akibat kabut, layar akan menampilkan kapal, terumbu karang, dan rintangan lain di depan.
Industri pelayaran Jepang kesulitan menarik dan mempertahankan pekerja, yang seringkali harus meninggalkan rumah selama berbulan-bulan dalam setiap pelayaran. Untuk mengatasi kekurangan awak, perusahaan pelayaran beralih ke teknologi navigasi otomatis guna menghemat tenaga kerja.
Biasanya, kapal dilengkapi dengan sistem identifikasi otomatis (AIS), teknologi berbasis GPS untuk menentukan lokasi kapal, tetapi metode ini memiliki kelemahan karena kapal kecil tidak diharuskan memasang AIS, sementara beberapa kapal besar sengaja mematikan sistem saat terlibat dalam kegiatan ilegal, seperti penyelundupan.
Selain Orca AI, Marubeni bekerja sama dengan mitra seperti ClassNK untuk mengoptimalkan rute menggunakan teknologi digital. Marubeni juga tertarik pada digitalisasi di bidang-bidang yang berkaitan dengan awak kapal dan kapal, seperti berinvestasi pada platform mata uang kripto Nippon Yusen untuk awak kapal.
(Menurut Nikkei)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)