![]() |
Kekalahan 1-2 di Meazza melawan Bodo Glimt tidak hanya menyingkirkan Inter Milan dari babak play-off Liga Champions, tetapi juga memicu gelombang kritik keras. Setelah dua leg, perwakilan Serie A itu kalah agregat 2-5. Bagi tim yang mencapai final musim lalu, hasil ini merupakan kemunduran yang signifikan dan tidak dapat diterima.
Fabio Capello tidak menyembunyikan kekecewaannya. Mantan pelatih Italia itu secara terus terang menyatakan bahwa Inter terlalu lambat dalam setiap aspek permainan mereka. Menurutnya, Nerazzurri kekurangan kecepatan, kemampuan untuk menciptakan terobosan, dan hampir tidak memiliki peluang satu lawan satu yang sesungguhnya.
“Saya merasa Inter terlalu lambat dalam permainan mereka. Mereka mencoba menyerang melalui tengah tetapi tidak efektif. Yang menarik perhatian saya adalah tidak ada yang bisa melewati lawan dengan dribbling. Tidak ada situasi satu lawan satu, tidak ada terobosan, sangat sedikit perubahan arah,” tegas Capello setelah pertandingan.
Di babak pertama, Inter sering menyerang melalui sayap kanan. Namun, serangan mereka kurang mematikan. Capello percaya Federico Dimarco bisa menjadi ancaman serangan yang mengejutkan, tetapi ia tidak diposisikan untuk memanfaatkan akselerasi dan kemampuannya mengubah arah. Kurangnya pilihan untuk mengubah tempo membuat Inter frustrasi melawan tim Bodo Glimt yang bermain hati-hati dan disiplin.
Capello juga menunjukkan bahwa titik balik itu datang terlalu terlambat. Ia berkomentar bahwa permainan baru benar-benar berubah ketika Sucic masuk, tetapi saat itu Inter sudah berada dalam posisi yang sulit.
“Inter tidak bermain dengan tempo yang dibutuhkan untuk mengalahkan tim seperti Bodo. Ketika Sucic masuk, keadaan membaik, tetapi sudah terlambat,” tambahnya.
Tersingkir dengan agregat skor 2-5 merupakan pukulan besar bagi ambisi Inter. Dari menjadi runner-up musim lalu hingga tersingkir di babak play-off, selisih tersebut cukup untuk menimbulkan banyak pertanyaan. Ini bukan hanya tentang taktik, tetapi juga tentang tempo, keberanian, dan kemampuan untuk membuat perbedaan di momen-momen krusial.
Sumber: https://znews.vn/capello-chi-trich-inter-qua-cham-va-thieu-dot-bien-post1630149.html








Komentar (0)