Arsenal mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 untuk mengamankan tempat mereka di final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun pada tanggal 6 Mei (waktu Hanoi ).
Di samping kegembiraan kemenangan, para penggemar Arsenal tetap kesal dengan bentrokan antara bek tim tamu Marc Pubil dan Riccardo Calafiori.
Insiden kontroversial itu terjadi sebelum Arsenal membuka skor di akhir babak pertama. Saat itu, seorang bek Atletico Madrid dan seorang pemain Arsenal terlibat dalam perebutan bola yang sengit.

Fans Arsenal yakin bintang Atletico Madrid, Marc Pubil, sengaja menginjak tangan Riccardo Calafiori. Foto: X @primevideosport
Setelah benturan itu, bek tengah Calafiori jatuh ke tanah dan wasit langsung meniup peluit. Meskipun bola sudah berhenti, Pubil terus berjalan dan menginjak pergelangan tangan Calafiori.
Setelah diinjak oleh lawannya dari Spanyol, bek Italia itu langsung memegangi lengannya, jelas menunjukkan rasa sakitnya. Hal ini membuat marah para penggemar Arsenal, terutama karena Pubil tidak mendapat hukuman apa pun.
Media sosial kemudian heboh dengan banyak penggemar Arsenal yang mengklaim bahwa itu bukan tabrakan yang tidak disengaja melainkan "trik gelap" yang khas dari Atletico Madrid.
"Itu trik yang sangat kotor. Bayangkan hukuman seperti apa yang akan diterima pemain Arsenal jika melakukan itu?" - Seorang penggemar menulis di forum Reddit.
Yang lain berkomentar sinis, "Itulah tipikal pertandingan sepak bola amatir hari Minggu."
Salah satu komentar yang lebih pedas menyatakan: "100% disengaja, permainan kotor oleh pemain Atletico Madrid."
Frustrasi semakin memuncak ketika para penggemar Arsenal teringat kembali kritik manajer Diego Simeone sebelumnya terhadap bek Ben White karena melangkahi lambang Atletico Madrid di leg pertama.
"Menginjak lambang klub… menginjak pergelangan tangan… kemunafikan ini tak tertandingi," komentar penggemar lainnya.

Bek tengah Calafiori dan Pubil beberapa kali terlibat konfrontasi sengit di Stadion Emirates.
Meskipun geram dengan "taktik gelap" para rival mereka, para penggemar Arsenal tetap menikmati kegembiraan dan kebahagiaan karena berhasil lolos ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.
Gol Bukayo Saka pada menit ke-44 memberi tim Mikel Arteta kemenangan 1-0 di leg kedua, mengamankan tempat mereka di final Liga Champions di Budapest, Hongaria pada 30 Mei.
Lawan Arsenal adalah pemenang semifinal lainnya antara Bayern Munich dan juara bertahan PSG.
Sumber: https://nld.com.vn/cdv-arsenal-noi-gian-vi-pha-choi-ban-cua-sao-atletico-madrid-19626050605404366.htm







Komentar (0)