
Le Lam Nhat Tan (20 tahun, dari Dong Thap ) dengan kamera yang membantu Anda menceritakan kisah budaya dari sudut pandang Anda - Foto: THANH HIEP
Ketika gairah menjadi kekuatan pendorong yang mengatasi batas-batas penyakit
Tan saat ini adalah mahasiswa desain di Arena Multimedia dan seorang kreator konten yang berspesialisasi dalam perjalanan dan budaya di media sosial. Kecintaan Tan pada fotografi berawal secara kebetulan, dari sebuah kamera yang dibawa ayahnya setelah kuliah di Australia. Sejak saat itu, ikatan antara Tan dan fotografi semakin erat.
Namun, penyakit Wilson, suatu kondisi genetik langka yang menyebabkan kelemahan pada lengan dan kaki, menyulitkan segalanya. Tugas-tugas sederhana seperti mengancingkan baju atau membuka botol air bisa jadi sulit. Namun, Tan tidak membiarkan hal itu menghentikannya.
Untungnya, Anda tidak sendirian dalam perjalanan ini. Tan selalu menerima dukungan dari teman-teman dan saudara-saudari seprofesinya - mulai dari bantuan memindahkan, membuka tutup botol air, hingga bimbingan teknis profesional.
Le Lam Nhat Tan: "Suatu kali, ketika saya hendak mengambil foto, tangan saya gemetar hebat sampai-sampai teman-teman saya harus membantu saya menarik ransel dan memutar botol air. Namun yang lebih penting, mereka selalu bersedia berbagi pengalaman dan memberi saya tips tentang sudut pengambilan gambar untuk membantu saya berkembang."
Tan bepergian ke mana-mana untuk mencari foto kehidupan masyarakat di kota kelahirannya, Pasar Bau Hut, kecamatan Binh Thanh Trung, kecamatan Lap Vo, provinsi Dong Thap (lama), sekarang kecamatan Lap Vo - Foto: NVCC
Berbeda dengan kebanyakan fotografer profesional lainnya, Tan kebanyakan menggunakan peralatan dasar seperti Canon 700D, R50, dan dua lensa lama. Pasca-pemrosesan foto sebagian besar dilakukan di ponsel, menggunakan aplikasi seperti VSCO, Canva, atau PicsArt.
Karena sakitnya, tangan Tan gemetar, jadi dia harus menyesuaikan tekniknya sendiri untuk mendapatkan foto yang tajam, seperti mengatur kecepatan rana ke 1/320 atau lebih cepat.
Tak hanya memotret, Tan juga menciptakan tipografi unik (mendesain dan menciptakan bentuk kalimat serta huruf yang estetis, mengekspresikan gaya tertentu) pada setiap frame - baik untuk menambah kedalaman karya maupun sebagai cara memerangi "pencurian otak".
Sebarkan cerita tentang budaya dan tanah air
Koleksi foto yang dibuat oleh Tan di platform media sosial - Foto: NHAT TAN
Dengan kecintaannya pada budaya - masyarakat - tanah, Tan memilih arahnya sendiri untuk karya fotografinya: mengabadikan momen-momen yang sangat biasa namun emosional dari tanah airnya dan tempat-tempat yang dilaluinya.
Pada tahun 2023, Tan membuat halaman penggemar "A Walk in Lap Vo" - sebuah tempat untuk berbagi foto-foto sederhana tentang komune-komune di distrik Lap Vo (lama) di kota asalnya. Halaman tersebut saat ini memiliki lebih dari 7.100 pengikut, menjadi wadah dukungan spiritual bagi banyak orang yang jauh dari rumah.
Selain halaman penggemar pribadinya, akun Instagram Tan dengan lebih dari 7.200 pengikut juga merupakan tempat ia menyimpan ratusan foto perjalanannya - suatu bentuk "buku harian visual" yang sangat istimewa.
Sekalipun ia tidak pernah mengikuti kelas fotografi profesional, sekalipun peralatannya tidak mahal, sekalipun tubuhnya tidak memungkinkan untuk mengambil gambar yang sempurna, bagi Tan, fotografi tetap merupakan cara baginya untuk mengekspresikan pandangan hidupnya, menceritakan kisah-kisah yang lembut namun mendalam.
LE LAM NHAT TAN: "Saya hanya berharap foto-foto ini dapat membantu orang-orang melihat betapa indahnya kampung halaman saya - bukan karena kamera canggih atau teknologi tinggi, melainkan karena ketulusan dan kasih sayang yang tercurah dalam setiap bingkai."
Dengan tangan gemetar tetapi hati yang teguh, Le Lam Nhat Tan menunjukkan setiap hari bahwa gairah, jika cukup besar dan nyata, akan selalu menemukan jalan - bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun.
Source: https://tuoitre.vn/chang-trai-dong-thap-vuot-len-nghich-canh-de-ke-chuyen-bang-anh-20250731121912847.htm
Komentar (0)