Pada tanggal 2 Juni, Rumah Sakit Vietnam-Korea di Da Nang (terletak di komune Nui Thanh, kota Da Nang) mengumumkan bahwa para dokternya telah berhasil melakukan intervensi dan menyelamatkan anggota tubuh beberapa pasien yang menderita oklusi arteri akut di lengan dan kaki mereka.
Ini adalah situasi darurat yang berbahaya; jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan nekrosis, yang memerlukan amputasi, dan bahkan mengancam nyawa pasien.
Kasus terbaru melibatkan Bapak L.D.Q. (59 tahun, bertempat tinggal di komune Van Tuong, provinsi Quang Ngai ). Pada malam tanggal 23 Mei, Bapak D. dirawat di rumah sakit karena tiba-tiba merasakan nyeri dan mati rasa di kaki kanannya, yang dimulai sekitar 2 jam sebelum dirawat.

Berkat intervensi yang tepat waktu, Bapak LQĐ berhasil mempertahankan pekerjaannya.
FOTO: BUI HUAN
Saat diperiksa, dokter mencatat bahwa kaki kanan pasien sangat dingin dan pucat—tanda khas iskemia tungkai akut.
Hasil USG menunjukkan bahwa Tn. D. mengalami oklusi arteri femoralis kanan akut, dengan risiko nekrosis tungkai yang sangat tinggi jika intervensi darurat tidak dilakukan.
Segera setelah masuk, para dokter dan perawat dari Departemen Kardiologi berkoordinasi dengan Departemen Bedah Kardiovaskular dan Toraks dalam melakukan konsultasi multidisiplin dan dengan cepat membawa Bapak D. ke ruang intervensi dalam waktu sekitar 30 menit.
Dengan bantuan sistem angiografi pengurangan digital (DSA), tim tersebut melakukan angiografi dan trombektomi.
Setelah intervensi, kaki kanan Tn. D. dengan cepat kembali hangat dan berwarna sehat, dan rasa sakitnya berkurang secara signifikan. Berkat perawatan dalam "golden hour" (jam emas), tungkai bawah pasien berhasil diselamatkan.
Setelah prosedur tersebut, Bapak D. terus dipantau dan diperiksa untuk mengetahui penyebab kardiovaskular seperti aritmia dan fibrilasi atrium untuk mencegah risiko kekambuhan.
Kondisi kesehatan pasien telah stabil dan mereka dipulangkan kemarin sore, 1 Juni.
Sebelumnya, pada tanggal 18 Mei, rumah sakit ini juga menerima kasus serupa, pasien D.H (94 tahun, berdomisili di komune Nui Thanh).
Pasien H. memiliki beberapa kondisi medis yang mendasarinya, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung iskemik, dan penyakit paru obstruktif kronis.
Saat masuk rumah sakit, Tn. H. mengalami nyeri hebat, mati rasa, dan rasa dingin di tangan kanannya, tidak ada denyut nadi, dan keterbatasan gerak. Hasil USG memastikan bahwa pasien mengalami oklusi arteri brakialis kanan akut.
Para dokter segera melakukan angiografi DSA dan trombektomi, memulihkan aliran darah tepat waktu. Selama perawatan, Tn. H. didiagnosis menderita fibrilasi atrium paroksismal dan menerima perawatan pencegahan. Setelah 4 hari intervensi, kesehatan pasien membaik dan ia dipulangkan dari rumah sakit.
Banyak kasus oklusi arteri tungkai akut dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular.
Dr. Phan Tan Quang, Wakil Direktur Rumah Sakit Vietnam-Korea di Da Nang dan Kepala Departemen Kardiologi, mengatakan bahwa sebagian besar kasus trombosis tungkai akut berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Gumpalan darah dapat terbentuk di bilik jantung, yang umumnya terlihat pada orang dengan fibrilasi atrium, gagal jantung, atau penyakit katup jantung. Ketika gumpalan darah bergerak melalui aliran darah ke otak, usus, ginjal, atau tungkai, pasien dapat menghadapi komplikasi serius seperti stroke, iskemia organ, atau nekrosis tungkai.
Berdasarkan kasus-kasus di atas, Dr. Phan Tan Quang menyarankan masyarakat untuk proaktif melakukan skrining penyakit kardiovaskular, terutama fibrilasi atrium, gagal jantung, dan penyakit katup jantung. Ketika gejala mendadak seperti nyeri, mati rasa, dingin, atau pucat muncul di tangan dan kaki, pasien harus segera dibawa ke fasilitas medis yang mampu melakukan intervensi vaskular untuk mendapatkan perawatan tepat waktu. Perawatan darurat dalam "golden hour" (jam emas) memainkan peran penting dalam menyelamatkan anggota tubuh dan melindungi nyawa pasien.
Sumber: https://thanhnien.vn/chay-dua-thoi-gian-vang-bac-si-cuu-nhieu-benh-nhan-thoat-canh-cat-cut-chi-185260602105719044.htm







Komentar (0)