
Polisi mengamankan area di depan pabrik Hanwha Aerospace setelah ledakan dan kebakaran di Daejeon, Korea Selatan, pada 1 Juni 2026. (Foto: Yonhap/Reuters)
Kebakaran di pabrik Hanwha Aerospace di Daejeon, Korea Selatan, pada tanggal 1 Juni menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai dua lainnya.
Menurut seorang petugas pemadam kebakaran, dua orang yang selamat berhasil melarikan diri dari fasilitas tersebut sendirian, salah satunya menderita luka bakar parah. Seorang pejabat kesehatan mengatakan pihak berwenang belum dapat mengidentifikasi para korban karena kerusakan yang parah pada tubuh mereka.
Petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh sebuah ledakan, tetapi penyebab ledakan tersebut masih dalam penyelidikan.

Kendaraan listrik memasuki fasilitas Hanwha Aerospace setelah ledakan di Daejeon, Korea Selatan, pada 1 Juni 2026. (Foto: Yonhap/AP)
Hanwha Aerospace adalah perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Korea Selatan. Pabriknya di Daejeon memproduksi sistem propulsi skala besar dan memproses bahan bakar propelan roket.
Pada konferensi pers, seorang pejabat menyatakan bahwa pihak berwenang belum dapat mengakses cetak biru pabrik tersebut karena fasilitas itu dilindungi oleh peraturan keamanan nasional.
Kantor Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengatakan bahwa beliau telah meminta agar semua sumber daya yang tersedia dimobilisasi untuk menanggapi insiden tersebut dan melakukan penyelidikan. Seorang pejabat Hanwha Aerospace mengatakan perusahaan sedang menyelidiki masalah tersebut.
Sumber: https://vtv.vn/chay-nha-may-tai-han-quoc-it-nhat-5-nguoi-thiet-mang-100260601132921416.htm








Komentar (0)