Mulai hari ini (1 Juni), Rusia menerapkan peraturan baru untuk impor barang dari Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) melalui jalur darat. Sistem baru ini bertujuan untuk memerangi impor ilegal dan memastikan pembayaran pajak penuh ke anggaran federal.
Berdasarkan Sistem Konfirmasi Produk (SPOT) yang diterapkan, bisnis kini harus membayar setara dengan PPN (22%) dan pajak cukai sebelum barang dapat diimpor ke Rusia.
Regulasi baru ini bertujuan untuk membatasi impor barang "pasar abu-abu" melalui jalan darat dari negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (termasuk Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan) – yang dianggap sebagai lingkungan bebas hambatan untuk pergerakan barang (termasuk dari negara ketiga).
Menurut para ahli, sistem SPOT bertindak sebagai penghalang terhadap impor tidak resmi, termasuk dalam perdagangan elektronik, di mana barang palsu marak beredar. Usaha kecil dan menengah (UKM) paling terpengaruh, terutama yang bergerak di bidang barang-barang dengan keuntungan tinggi yang dikenakan pajak cukai, seperti elektronik, peralatan rumah tangga, pakaian, alas kaki, dan kosmetik. Harga barang konsumsi impor di Rusia diproyeksikan meningkat sebesar 30% hingga 50% pada paruh kedua tahun ini.
Dengan peraturan baru ini, proses impor barang ke Rusia kini lebih kompleks tetapi juga lebih transparan. Namun, peningkatan biaya bagi importir juga berarti harga yang lebih tinggi bagi konsumen.
Sumber: https://vtv.vn/nga-ap-dung-quy-dinh-moi-doi-voi-hang-nhap-khau-tu-eaeu-10026060108142683.htm








Komentar (0)