Cara mengikuti diet telur rebus.
Berdasarkan buku karya penulis Arielle Chandler, berjudul "The Boiled Egg Diet: The Easy, Fast Way to Weight Loss! ", yang diterbitkan pada tahun 2018. Buku ini menarik perhatian di media sosial karena memperkenalkan diet yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan dengan cepat, bahkan hingga 11 kg dalam 2 minggu, menurut situs berita kesehatan Everyday Health .
Cara melakukannya:
Program ini harus diikuti selama 14 hari berturut-turut dengan 3 kali makan utama sehari, tanpa camilan. Menunya meliputi:
Sarapan: Setidaknya dua butir telur rebus dengan buah tanpa pemanis atau sayuran non-pati.
Makan siang dan makan malam: Telur atau protein tanpa lemak (ayam, ikan) beserta sayuran non-pati.
Makanan yang perlu dibatasi meliputi biji-bijian (roti, nasi, mi, bihun), sayuran bertepung (kentang, kacang-kacangan), buah-buahan manis, dan minuman berkarbonasi.
Efektivitas praktis:
Banyak penelitian menunjukkan bahwa defisit kalori merupakan faktor kunci dalam penurunan berat badan. Diet yang mencakup telur rebus seringkali secara signifikan mengurangi asupan kalori dan karbohidrat, sehingga menekan nafsu makan. Ketika asupan karbohidrat berkurang, tubuh cenderung menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif, yang juga dapat memengaruhi hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan kenyang seperti ghrelin, leptin, dan kolesistokinin. Namun, para ahli mengatakan bahwa penurunan berat badan pada tahap awal terutama disebabkan oleh kehilangan air, yang terjadi ketika tubuh menggunakan cadangan glikogennya.

Mengonsumsi telur rebus sebagai makanan dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat, tetapi hal itu tidak berkelanjutan.
Ilustrasi: AI
Apakah aman hanya mengonsumsi telur rebus?
Telur sangat bergizi, merupakan sumber protein yang baik, dan menyediakan banyak nutrisi penting seperti vitamin D, folat, dan kolin. Mengonsumsi telur juga membantu meningkatkan rasa kenyang dan mencegah kehilangan massa otot. Selain itu, diet ini membantu menghilangkan makanan olahan dan minuman manis, yang sangat berbahaya.
Bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat, diet telur rebus mungkin aman dalam jangka pendek, tetapi dapat menimbulkan risiko jika dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ahli nutrisi Sara Riehm, yang saat ini bekerja di AS, memperingatkan bahwa menghilangkan biji-bijian dan buah-buahan akan mengurangi serat dan energi berkelanjutan bagi tubuh. Defisit kalori yang besar dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan kerusakan metabolisme jangka panjang. Mereka yang menderita dislipidemia atau memiliki riwayat kolesterol tinggi harus berhati-hati, karena mengonsumsi kuning telur dalam jumlah besar dapat memengaruhi kadar kolesterol pada beberapa individu yang sensitif.
Tips bermanfaat untuk diet telur rebus.
Alih-alih diet ketat, Anda sebaiknya:
- Pertahankan defisit kalori moderat dan berolahraga secara teratur.
- Sertakan biji-bijian utuh dan berbagai macam buah untuk meningkatkan asupan serat Anda.
Para ahli nutrisi menyimpulkan bahwa diet telur rebus dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat, tetapi hal itu tidak berkelanjutan. Menggabungkan diet seimbang dengan aktivitas fisik adalah kunci untuk mempertahankan hasil jangka panjang, menurut Everyday Health .
Sumber: https://thanhnien.vn/che-do-an-kieng-bang-trung-luoc-co-tac-dung-gi-185260312005555067.htm







Komentar (0)