
Haruskah Anda memilih jurusan berdasarkan tren atau kemampuan Anda?
Pada kenyataannya, pendidikan universitas biasanya berlangsung selama 4–5 tahun. Bidang yang saat ini sangat dibutuhkan belum tentu mempertahankan posisinya setelah lulus. Banyak bidang yang dulunya dianggap "tren" telah jenuh hanya dalam beberapa tahun, sementara profesi baru terus bermunculan karena dampak teknologi, AI, dan transformasi digital.
Berdasarkan data pendaftaran beberapa tahun terakhir, Profesor Madya Dr. Vu Sy Cuong, seorang ahli di bidang Keuangan Publik dan Makroekonomi , meyakini bahwa bidang-bidang yang berkaitan dengan ekonomi telah mempertahankan daya tarik yang kuat bagi mahasiswa selama bertahun-tahun dan tetap menjadi bidang pelatihan yang sangat dibutuhkan. Menurutnya, bidang-bidang yang berkaitan dengan ekonomi sekarang memiliki cakupan yang lebih luas daripada sebelumnya, mengintegrasikan lebih banyak pengetahuan interdisipliner dan keterampilan profesional baru untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja.
Namun, Profesor Madya Vu Sy Cuong menekankan bahwa memilih jurusan hanyalah satu bagian dari perjalanan karier, bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Yang lebih penting adalah apakah mahasiswa benar-benar mencintai profesi tersebut, bersedia menginvestasikan waktu dan dedikasi, serta menekuninya dalam jangka panjang.
Menanggapi dilema yang dihadapi banyak mahasiswa ketika memilih antara teknologi informasi dan administrasi bisnis, Profesor Madya Phung The Dong (Institut Pelatihan Internasional, Universitas Keuangan dan Perbankan Hanoi ) menyatakan bahwa keduanya bukanlah dua bidang yang terpisah, melainkan saling melengkapi dengan kuat. Menurut Profesor Dong, mahasiswa teknologi informasi saat ini juga perlu memahami bisnis, manajemen, dan pasar untuk menciptakan produk yang memiliki nilai praktis. Sebaliknya, mahasiswa administrasi bisnis juga perlu membekali diri dengan pengetahuan teknologi untuk beradaptasi dengan proses transformasi digital.
Bapak Dong menyarankan agar, alih-alih hanya berfokus pada studi teknik, mahasiswa sebaiknya memilih program interdisipliner seperti sistem informasi manajemen atau bisnis terintegrasi teknologi. Bidang-bidang ini memberikan mahasiswa landasan manajemen dan pemahaman teknologi, sehingga memungkinkan mereka untuk beradaptasi lebih baik dengan kebutuhan bisnis.
Memupuk kemampuan beradaptasi dan keterampilan belajar sepanjang hayat.
Menurut Profesor Madya Bui Huy Nhuong, Wakil Direktur Universitas Ekonomi Nasional, pada periode menjelang penerimaan universitas, siswa dihadapkan pada dua keputusan penting: memilih jurusan dan memilih universitas. Namun, banyak calon mahasiswa masih sangat fokus pada jurusan mana yang mudah mendapatkan pekerjaan atau memiliki permintaan tenaga kerja yang tinggi, tanpa melihat lebih jauh ke depan pada fluktuasi pasar tenaga kerja.
Pak Nhuong percaya bahwa industri yang saat ini "sedang populer" mungkin tidak akan lagi mempertahankan posisinya setelah empat tahun, dan bahkan persyaratan pekerjaan dapat berubah secara signifikan ketika mahasiswa lulus. Oleh karena itu, penting bukan hanya memilih jurusan yang tepat, tetapi juga membangun kemampuan belajar sepanjang hayat untuk beradaptasi dengan pasar kerja yang berubah dengan cepat.
Masalah lain yang dicatat oleh para ahli adalah bahwa mahasiswa tidak hanya perlu melihat nama jurusan, tetapi juga harus meneliti program pelatihan dengan cermat. Pada kenyataannya, bahkan dalam jurusan yang sama, setiap universitas mungkin menawarkan beberapa program dengan spesialisasi yang berbeda. Misalnya, jurusan Audit di Universitas Ekonomi Nasional saat ini memiliki program seperti Audit Standar, Audit Internal, dan Audit Terpadu dengan sertifikasi ACCA. Terlepas dari perbedaan spesialisasi, program-program ini tetap memastikan fondasi pengetahuan inti dari jurusan tersebut.
Demikian pula, program Ekonomi Kesehatan termasuk dalam jurusan Ekonomi tetapi mengintegrasikan modul mendalam tentang perawatan kesehatan dan layanan medis. Lulusan menerima gelar Sarjana Ekonomi tetapi memiliki keunggulan tambahan saat melamar pekerjaan di rumah sakit, fasilitas medis, organisasi non-pemerintah, atau perusahaan konsultan baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam konteks pasar kerja yang berubah dengan cepat, konsep "satu profesi untuk seumur hidup" secara bertahap menjadi usang. Kini, pemberi kerja tidak hanya membutuhkan orang-orang dengan pengetahuan khusus, tetapi juga sangat menghargai kemampuan mereka untuk belajar, beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.
Profesor Do Ngoc Minh, yang saat ini bekerja di Universitas Illinois Urbana-Champaign dan juga Wakil Rektor Universitas VinUni, percaya bahwa di masa depan, batasan antar profesi akan semakin kabur. Seorang insinyur mungkin perlu memahami bisnis; seorang mahasiswa pemasaran harus tahu cara menganalisis data; dan seorang mahasiswa ekonomi perlu mahir dalam teknologi dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kompetensi interdisipliner dianggap sebagai keunggulan yang sangat penting.
Alih-alih mencoba menemukan bidang yang "tidak akan pernah ketinggalan zaman," mahasiswa sebaiknya mempersiapkan diri dengan keterampilan yang "tidak mudah digantikan." Di pasar kerja yang terus berubah, kemampuan untuk belajar dan beradaptasi mungkin lebih penting daripada nama jurusan pada gelar universitas mereka.
Sumber: https://daidoanket.vn/chon-nganh-hoc-gi-de-khong-loi-thoi.html






Komentar (0)