
Perjalanan mengatasi diri sendiri
Sebagai anak tertua dari tiga bersaudara perempuan, Hong Anh (32 tahun, Kelurahan Lien Chieu, Da Nang ) lahir dengan osteogenesis imperfecta (penyakit tulang rapuh). Masa kecil Hong Anh ditandai dengan kehilangan ibunya ketika ia baru berusia 7 tahun, dan ayahnya kemudian menikah lagi. Mimpi sederhana masa kecilnya untuk bersekolah seperti teman-temannya tidak terpenuhi karena "tidak ada sekolah yang mau menerimanya, dan tidak ada yang mau mengantar dan menjemputnya dari sekolah."
Hong Anh hanya memiliki tinggi sekitar 80 cm dan berat kurang dari 20 kg, dan sepenuhnya bergantung pada kursi roda untuk mobilitasnya. Karena tidak dapat bersekolah seperti teman-temannya, Hong Anh memilih untuk tinggal di rumah dan belajar sendiri.
Hong Anh berbagi bahwa setelah melalui banyak persimpangan dan malam tanpa tidur mencari jalan hidupnya, ia menyadari bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan komputer adalah pilihan yang tepat untuknya. Pekerjaan ini memungkinkannya untuk mengatur waktunya secara mandiri, menghindari perjalanan bolak-balik, dan melepaskan kreativitasnya.
"Buku Harian Hong Anh"
Meskipun memiliki sertifikat di tangan, kesehatan Hong Anh yang rapuh dan kesulitan mobilitas membuat peluang sulit didapatkan. Baru pada tahun 2023 ia mengalami titik balik penting ketika diterima di sebuah perusahaan Jepang di Da Nang, dengan posisi sebagai editor gambar.
Perjalanan Hong Anh bekerja di perusahaan asing telah menjadi inspirasi bagi banyak penyandang disabilitas yang berjuang untuk menemukan tempat mereka di masyarakat.
Setelah memiliki pekerjaan yang stabil dan secara bertahap mengendalikan hidupnya, Hong Anh tidak menyimpan kisahnya untuk dirinya sendiri. Ia membuka saluran YouTube bernama "Hong Anh's Diary," sebagai cara untuk mendokumentasikan perjalanan hidupnya melalui hal-hal yang paling biasa: rutinitas kerja sehari-hari, pemikiran jujurnya, dan sekilas kehidupan yang sederhana. Setiap video adalah potongan kecil dari teka-teki yang diceritakan dengan tulus. Dan kemudian, dari kisah-kisah yang tampaknya tidak penting ini, banyak videonya secara bertahap menyentuh hati para penonton, menyebar luas dan menarik ratusan ribu penayangan, berbagi, dan komentar.
Banyak orang yang sekadar melihat-lihat saluran Hong Anh's Diary mungkin tidak berpikir akan berlama-lama, tetapi semakin lama mereka menonton, semakin mereka tertarik pada tayangan yang sederhana dan bersahaja, diam-diam terpikat oleh kisah hidup yang disampaikan melalui suara lembut namun kuat dari gadis asal Da Nang ini.
Setelah hampir dua tahun bekerja untuk sebuah perusahaan Jepang, menghadapi semakin banyak kendala dari kerja shift dan kesulitan perjalanan pulang pergi, Hong Anh memutuskan untuk berhenti dan mengejar karier independen.
Dengan modal pas-pasan yang ia tabung dari tahun-tahun kerjanya, Hong Anh mulai mencoba berbisnis, belajar melalui kursus daring. Ia mencoba mengimpor tas tangan untuk dijual, kemudian dengan berani terjun ke dunia siaran langsung, secara bertahap menjual barang-barang seperti makanan ringan dan dupa di media sosial.
Tidak puas hanya berjualan online, Hong Anh juga proaktif keluar untuk menjual barang dagangannya, baik untuk mencari nafkah maupun untuk memperluas koneksi di kehidupan nyata. Baginya, setiap pertemuan adalah pengalaman lain, motivasi lain untuk terus melanjutkan jalan yang telah dipilihnya. Terampil dan kreatif, Hong Anh juga membuat mawar kertas sendiri untuk dijual selama hari libur, sebagai cara untuk memanfaatkan kemampuannya dan berkontribusi pada gaya hidup mandirinya.
Nona Bulan Sabit Vietnam
Bagi Hong Anh, tahun 2025 menjadi tonggak penting ketika ia memutuskan untuk berpartisipasi dalam kontes Miss Crescent Moon Vietnam. Setelah melewati babak penyisihan dan semi-final, ia memasuki final nasional – sebuah perjalanan yang tidak hanya menantang tetapi juga dialog mendalam dengan dirinya sendiri. Melakukan perjalanan sendirian hampir seribu kilometer dari Da Nang ke Kota Ho Chi Minh , Hong Anh membawa serta tekad dan keinginan membara untuk menaklukkan keterbatasan yang pernah membuatnya ragu-ragu.

Dengan berpartisipasi dalam Miss Crescent Moon Vietnam 2025, ia tidak hanya menceritakan kisahnya sendiri tentang mengatasi kesulitan, tetapi juga membawa serta keinginan untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi komunitas penyandang disabilitas.
Hong Anh percaya bahwa dengan dukungan yang memadai dan perlakuan yang adil, penyandang disabilitas dapat dengan percaya diri berintegrasi ke dalam masyarakat, bekerja, dan memberikan kontribusi yang berharga. Ia berharap dapat menyebarkan pesan ketahanan dan menyerukan upaya bersama untuk membangun lingkungan yang penuh welas asih di mana perbedaan dihargai.
Menurut pengrajin Nguyen Dinh Phuc, Ketua Panitia Penyelenggara Miss Crescent Moon Vietnam 2025, meskipun tidak meraih posisi tertinggi, perjalanan Hong Anh tetap meninggalkan kesan mendalam pada para juri. Mulai dari keberaniannya dalam mengatasi keterbatasan dan semangat pantang menyerahnya hingga energi positif yang dipancarkannya, semuanya diapresiasi.
Kembali ke rutinitas hariannya, dengan kursi roda yang sudah biasa ia gunakan, Hong Anh dengan tenang melanjutkan sesi penjualan siaran langsungnya. Sinar matahari musim semi menerobos masuk melalui jendela kamar sewaannya yang kecil di sebuah gang sempit, menciptakan suasana hangat dan lembut. Di saat damai ini, wanita muda itu dengan tenang merajut mimpi-mimpi hidupnya melalui cerita-cerita bisikan dari hatinya.
Sumber: https://baodanang.vn/co-gai-viet-lai-gioi-han-doi-minh-3326120.html






Komentar (0)