Kumpulan 26 puisi ini (diilustrasikan oleh Vu Nghi) disusun oleh Ly Thang Long selama masa dinas militernya di Komando Militer Provinsi Dong Nai. Manuskrip ini memenangkan Penghargaan Aspirasi Kriket pada tahun 2025.
Sepanjang kumpulan puisi ini, tema " dunia datar" yang dilihat melalui mata seorang anak terus diangkat, di mana teknologi mengaburkan jarak geografis tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antar manusia. Meskipun ditulis untuk anak-anak, penulis tidak menghindari isu-isu kontemporer seperti patriotisme, cita-cita hidup, perubahan iklim, dan perang… Melalui hal-hal tersebut, karya ini mendorong banyak refleksi tentang tanggung jawab setiap individu terhadap komunitas.
Banyak puisi memukau dengan citra yang menggugah dan bahasa yang jelas, namun juga mengandung kedalaman filosofis yang mendalam. Dalam puisi "When You Take Flight," aspirasi menuju masa depan diungkapkan melalui baris-baris berikut: "Saat kau terbang / Langit menjadi milikmu / Burung camar dan bintang-bintang menjadi milikmu / Malam ini menjadi milikmu / Dan esok pun menjadi milikmu / Negeri terbentang di sayapmu yang terentang / Melarikan diri dari landasan pacu yang sempit / Menaklukkan cakrawala."
Dalam "When I Grow Up," penulis Ly Thang Long merenungkan masa lalu, mengungkapkan rasa syukur atas pengorbanan generasi sebelumnya: "Ketika aku dewasa, negara ini tidak lagi berperang / Hanya kuburan dan batu nisan tanpa nama / Tersembunyi dalam cahaya stasiun kereta api masa lalu...". Bersamaan dengan itu, kecintaan pada alam dan keyakinan pada hal-hal baik diungkapkan dengan jelas dalam puisi "Where You Have Walked": "Di mana jejak kakimu berada / Mulai sekarang, buah-buahan manis dan harum akan tumbuh / Di cabang-cabang tinggi / Kuncup bunga membuka mata mereka / Di balik rumpun rumput / Jangkrik dan lebah berlatih memainkan alat musik mereka / Suara-suara riang merayakan langkahmu selanjutnya."
Dalam puisi yang berjudul sama dengan karya tersebut, Ly Thang Long mengajukan pertanyaan reflektif tentang dunia dan kemanusiaan: "Aku terus bertanya pada diriku sendiri / Langit mana yang paling jauh / Di mana dunia tampak datar di kedalaman matamu?" Ini bukan hanya perspektif tentang keterbatasan segala sesuatu, tetapi juga pengingat untuk menjaga hubungan, cinta, dan tanggung jawab untuk melindungi planet ini.
Murni dan mendalam, kumpulan puisi "There's a Flat Earth in My Eyes" telah dan terus memberikan suara yang segar dan kaya emosi pada sastra anak kontemporer.
Ny-ku
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202603/co-mot-trai-dat-phang-trong-mat-em-82b1dbf/






Komentar (0)