- 1. Peran inti kalsium dan magnesium dalam tubuh.
- 2. Apakah kalsium dan magnesium "bersaing untuk diserap"?
- 3. Kapan kalsium dan magnesium harus dikonsumsi secara terpisah?
- 4. Prioritaskan asupan kalsium dan magnesium dari sumber makanan alami.
Apakah mengonsumsi kalsium dan magnesium secara bersamaan mengurangi efektivitasnya adalah kekhawatiran yang sangat umum, terutama di kalangan lansia dan wanita pascamenopause . Sebenarnya, kedua mineral esensial ini benar-benar dapat hidup berdampingan jika Anda tahu cara mengonsumsinya dalam dosis yang tepat dan pada waktu yang tepat, berkontribusi pada kesehatan sistem muskuloskeletal dan saraf secara keseluruhan.
1. Peran inti kalsium dan magnesium dalam tubuh.

Individu yang sehat dapat mengonsumsi suplemen kalsium dan magnesium dengan dosis biasa secara bersamaan.
Baik kalsium maupun magnesium memainkan peran yang tak tergantikan:
- Kalsium adalah komponen utama tulang dan gigi, dan juga berperan dalam kontraksi otot, transmisi saraf, dan dukungan kardiovaskular.
- Magnesium berperan dalam mengatur metabolisme, menstabilkan sistem saraf, dan merupakan bantuan berharga dalam membantu tubuh menyerap dan memanfaatkan vitamin D dan kalsium secara lebih efektif.
2. Apakah kalsium dan magnesium "bersaing untuk diserap"?
Inilah mengapa banyak orang khawatir bahwa mengonsumsi kalsium dan magnesium secara bersamaan dapat mengurangi efektivitas satu sama lain. Menurut penelitian terkini, kedua mineral ini tidak sepenuhnya memiliki mekanisme penyerapan yang sama, sehingga mengonsumsinya bersamaan tidak serta merta "membatalkan" efeknya.
Namun, bila dikonsumsi dalam dosis tinggi secara bersamaan, terutama dalam bentuk tablet, kalsium dan magnesium masih dapat sedikit memengaruhi penyerapan satu sama lain. Hal ini terjadi karena keduanya adalah mineral dan dapat bersaing untuk diserap di usus.
Namun, dampaknya biasanya tidak signifikan pada individu sehat yang menggunakan dosis suplemen secara teratur. Dengan kata lain, "kompetisi penyerapan" tidak berarti bahwa mengonsumsinya secara bersamaan akan sepenuhnya meniadakan efeknya.
3. Kapan kalsium dan magnesium harus dikonsumsi secara terpisah?
Sesuai dengan rekomendasi saat ini, individu sehat dapat dengan aman mengonsumsi suplemen kalsium dan magnesium secara bersamaan, dengan dosis standar.
Namun, dalam kasus asupan kalsium dosis tinggi, terutama di atas 500 mg per dosis, penyerapan magnesium mungkin agak berkurang. Oleh karena itu, untuk penyerapan yang lebih baik, banyak dokter merekomendasikan untuk memisahkan dosis kedua zat ini sekitar 2 jam.
Biasanya:
- Kalsium sebaiknya dikonsumsi setelah sarapan atau makan siang, sedangkan magnesium dapat dikonsumsi pada malam hari setelah makan.
- Metode penggunaan ini umumnya diterapkan pada individu yang membutuhkan suplementasi jangka panjang, lansia, atau mereka yang berisiko kekurangan magnesium.
4. Prioritaskan asupan kalsium dan magnesium dari sumber makanan alami.
Menurut rekomendasi dari banyak organisasi nutrisi, cara terbaik untuk melengkapi kalsium dan magnesium tetap melalui diet harian. Diet yang beragam dan seimbang tidak hanya membantu tubuh menyerap mineral secara lebih efektif, tetapi juga mengurangi risiko ketidakseimbangan nutrisi yang disebabkan oleh penggunaan suplemen makanan yang berlebihan.
Beberapa makanan kaya kalsium meliputi: susu dan produk susu, ikan kecil yang dimakan utuh beserta tulangnya, udang, kepiting, sayuran berdaun hijau gelap, dan lain sebagainya.
Sementara itu, magnesium banyak terdapat dalam: kacang-kacangan, biji-bijian utuh, buncis, sayuran hijau, pisang, alpukat, dan lain sebagainya.
Memprioritaskan makanan alami membantu tubuh menyerap mineral lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan suplemen.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/co-nen-uong-canxi-va-magie-cung-luc-169260603111514738.htm







Komentar (0)