|
Fabregas dan para pemainnya semakin mendekati posisi kelima. Foto: Reuters . |
Stadion Allianz kembali menjadi saksi malam yang mengecewakan bagi Juventus. Dalam pertandingan yang menandai pertama kalinya dalam 128 tahun "Nyonya Tua" turun ke lapangan dengan desain seragam bergaris yang telah terdaftar sejak musim 1996/97 tetapi tidak pernah digunakan, tim tuan rumah tidak mampu mengubah nasib mereka.
Juventus memulai pertandingan dengan lambat dan langsung membayar mahal atas hal itu. Pada menit ke-11, Weston McKennie kehilangan bola di lini tengah. Mergim Vojvoda menusuk dari sayap kanan dan melepaskan tembakan yang mengenai tiang dekat, mengalahkan Michele Di Gregorio. Gol tersebut membungkam sorak sorai penonton di Stadion Allianz.
Juventus mencoba membalas tetapi kurang tajam. Lloyd Kelly mengirimkan bola panjang untuk Lois Openda yang berhasil menerobos, tetapi tendangan lob sang striker tidak merepotkan Jean Butez. Sementara itu, Como terus menekan. Pada menit ke-37, Lucas da Cunha melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang.
Di babak kedua, tim asuhan Luciano Spalletti terus menyerang. Namun, mereka kembali dihantam serangan balik. Pada menit ke-61, dari tendangan sudut Juventus yang gagal, Como melancarkan serangan balik cepat. Da Cunha berlari ke depan dan mengirimkan umpan silang kepada Maxence Caqueret yang kemudian mencetak gol dari jarak dekat, menggandakan keunggulan.
Juventus kesulitan menciptakan peluang yang jelas. Pada menit ke-84, tendangan bebas Teun Koopmeiners membentur tiang gawang. Itu adalah salah satu dari sedikit situasi berbahaya bagi tim tuan rumah. Como mempertahankan posisi bertahan yang baik dan mengamankan kemenangan.
|
Juventus sedang terperosok dalam krisis. Foto: Reuters . |
Secara statistik, Como mencapai xG (rata-rata xilcome) sebesar 1,41 dari 11 tembakan, sementara Juventus hanya memiliki 0,7 xG dengan jumlah tembakan yang sama. Hal ini jelas mencerminkan performa dominan tim asuhan pelatih Cesc Fabregas.
Kekalahan 0-2 melawan Como adalah bukti terbaru dari performa buruk Juventus. Sebelumnya, "Nyonya Tua" kalah 2-5 dari Galatasaray di leg pertama babak play-off Liga Champions, mereka juga kalah 2-3 dari Inter, bermain imbang 2-2 dengan Lazio, dan menderita kekalahan telak 0-3 melawan Atalanta.
Serangkaian hasil pertandingan telah menunjukkan penurunan yang jelas baik dalam moral maupun performa. Juventus telah tersingkir dari Coppa Italia dan menghadapi risiko tersingkir dari Liga Champions. Di Serie A, finis di empat besar tidak lagi terjamin. Krisis ini bukan lagi peringatan, tetapi kenyataan yang nyata dan mendesak di Turin.
Dengan kemenangan ini, Como asuhan Fabregas kini berada di posisi keenam Serie A, hanya terpaut satu poin dari Juventus.
Kiper Napoli membuat sensasi dengan tendangan penalti: Kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic, membuat sensasi ketika ia mencetak gol penalti yang dahsyat dalam kekalahan semifinal Coppa Italia melawan Como pada 11 Februari.
Sumber: https://znews.vn/como-day-juventus-chim-vao-khung-hoang-post1629413.html








Komentar (0)