Menurut keterangan pasien, sekitar 3 hari sebelum dirawat, pasien mengalami nyeri perut tumpul yang menetap di daerah epigastrium dan hipokondrium kanan, yang berangsur-angsur memburuk. Pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat bawah tidak efektif. Pasien tiba di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Militer 108 dengan nyeri perut yang semakin parah dan demam tinggi 39 derajat Celcius.
Setelah pemeriksaan, dokter mencurigai peritonitis akibat perforasi organ berongga, suatu keadaan darurat perut yang serius.
Dokter memeriksa pasien.
Segera setelah itu, pasien menjalani CT scan perut darurat, yang mengungkapkan adanya perforasi di duodenum pada segmen DII-DIII, yang diduga disebabkan oleh benda asing (kapsul pil). Setelah operasi darurat, benda asing tersebut diidentifikasi sebagai kapsul pil, perforasi duodenum dijahit, dan rongga perut dibersihkan. Pasien pulih dengan baik setelah operasi yang tepat waktu.
Menurut dokter di sini, peritonitis adalah kondisi yang disebabkan oleh peradangan peritoneum akibat berbagai penyebab, mulai dari infeksi perut hingga infeksi yang berasal dari tempat lain. Namun, gejalanya seringkali tersamarkan pada pasien lanjut usia dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Proses diagnosis pada pasien ini menantang dan membutuhkan pemeriksaan yang cepat, teliti, dan akurat untuk mengurangi komplikasi dan angka kematian. Kehati-hatian khusus harus dilakukan jika pasien menelan benda asing: cangkang pil, tulang, tusuk gigi, dll., yang merupakan penyebab umum perforasi organ berongga. Pembedahan yang tertunda dapat menyebabkan komplikasi seperti peritonitis, kegagalan multi-organ, dan bahkan kematian.
Dokter juga menyarankan agar kasus tertelan benda asing diperiksa oleh spesialis, dan gastroskopi atau CT scan perut harus dilakukan jika perlu. Deteksi dini dan pemantauan rutin akan meminimalkan risiko komplikasi dan kematian.
Thu Phuong
Sumber








Komentar (0)